KH Tolchah Hasan merupakan tokoh yang berkiprah dalam banyak hal untuk masyarakat. Meski demikian, tampaknya peran dalam bidang pendidikan (tarbiyah) adalah yang paling menonjol. Jiwa sebagai pendidik terlihat jelas dari pengabdiannya mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi.
Mujoharto, salah seorang ustadz di Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah yang juga pernah menjadi mahasiswa beliau di Universitas Islam Malang (Unisma) pernah merekam pesan-pesan Kiai Tolchah Hasan kepada para santri dan wali santri.
Pesan tersebut disampaikan ketika Kiai Tolchah memberikan mauidhah hasanah pada acara haflah akhirussanah Pondok Pesantren Darul Hikmah Singosari Malang. Pria asal Trenggalek yang biasa disapa Pak Muji adalah salah satu di antara yang hadir di sana. Pesan-pesan Kiai Tolchah itu adalah sebagai berikut:
Pertama, man ta'allama-l-qur'Ć¢na fi shigharihi, khalatha-l-qur'Ć¢nu fi damihi wa lahmihi (barangsiapa belajar Al-Qurāan mulai masa kecilnya maka Al-Qurāan akan mengalir bercampur dalam darah dan dagingnya).
Kedua, keutamaan santri berangkat belajar thalabul ilmi: didoakan para malaikat, didoakan ikan-ikan, didoakan hewan-hewan.
Ketiga, resep belajar cepat dan manfaat: (1) ta'allum (senantiasa belajar), (2) belajar kepada guru, (3) taqarrub kepada Allah, (4) tirakat, dan (5) jauhi perbuatan maksiat.
Keempat, jika ada kasus: orang-orang yang sekolahnya sama, mondoknya sama, gurunya sama, makannya sama, tapi kok hasilnya beda, mungkin maksiat sebagai faktor pembedanya. Kemudian Kiai Tolchah menyitir curhatan Imam Syafi'i kepada gurunya, Imam Waki':Ā
Ų“ŁŁŁŁŁŲŖ Ų„ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ¹Ł Ų³ŁŁŲ”Ł ŲŁŁŁŲøŁŁ ŁŁŲ£ŁŲ±ŁŲ“ŁŲÆŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁ ŲŖŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŲ¹ŁŲ§ŲµŁŁ ŁŁŲ£ŁŲ®ŁŲØŁŲ±ŁŁŁŁ ŲØŁŲ£ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ
Ł ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲÆŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲ§ŲµŁŁ
āAku pernah mengadukan kepada Guru Wakiā tentang buruknya kualitas hafalanku. Lalu beliau menyarankan untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.ā
Kelima, tiga hal yang harus dihindari oleh para santri/pelajar, supaya mudah menerima pelajaran: (1) fudlĆ»l thaāĆ¢m, kakehan mangan (terlalu banyak makan), (2) fudlĆ»l manĆ¢m, kakehan turu (terlalu banyak tidur), (3) fudlĆ»l kalĆ¢m, kakehan nggedabrus dan ngrumpi (terlalu banyak membual dan berbicara).
Keenam, hendaknya para santri membagi malam jadi 3 bagian: (1) sepertiga untuk belajar, (2) sepertiga untuk ibadah, (3) sepertiga untuk istirahat.
Ketujuh, supaya ilmu dapat bermanfaat dan berkah hendaklah selalu taat kepada Allah, taat dan hormat kepada guru, serta taat dan hormat kepada orang tua
Kedelapan, Bagi wali santri, supaya putra putri kita bisa menjaga ilmunya, maka orang tua tiap malam harus mendoakannya. Di antaranya adalah doa:Ā
Ų±ŁŲØŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲØŁ ŁŁŁŁŲ§ Ł
ŁŁŁ Ų£ŁŲ²ŁŁŁŲ§Ų¬ŁŁŁŲ§ ŁŁŲ°ŁŲ±ŁŁŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŲ©Ł Ų£ŁŲ¹ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§Ų¬ŁŲ¹ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁ
ŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁ
ŁŲ§Ł
ŁŲ§
RabbanĆ¢ hab lanĆ¢ min azwĆ¢jinĆ¢ wa dzurriyyĆ¢tinĆ¢ qurrata a'yun wa ij'alnĆ¢ lilmuttaqĆ®na imĆ¢man (Ya Tuhan kami, anugerahilah kepada kami, istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam [pemimpin] bagi orang-orang yang bertakwa)ādibaca sebanyak tujuh kali. Demikian ini agar jerih payah kita membiayai bisa tidak sia-sia.
Kesembilan, senantiasa berdoa:Ā Ā
Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų¹ŁŁ
ŁŲ±ŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ
ŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų¹ŁŁ
ŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų±ŁŲ²ŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł
ŁŲ§ Ų£ŁŲ¹ŁŲ·ŁŁŁŲŖŁŁŁŲ§
AllĆ¢humma bĆ¢rik lanĆ¢ fĆ® 'umrinĆ¢, allĆ¢humma bĆ¢rik lanĆ¢ fĆ® ahlinĆ¢, allĆ¢humma bĆ¢rik lanĆ¢ fĆ® 'ilminĆ¢, allĆ¢humma bĆ¢rik lanĆ¢ fĆ® āamalinĆ¢, allĆ¢humma bĆ¢rik lanĆ¢ fĆ® rizqinĆ¢, allĆ¢humma bĆ¢rik lanĆ¢ fĆ® kulli mĆ¢ a'thaitanĆ¢ (Ya Allah, berkahilah kami dalam umur kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam keluarga kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam ilmu kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam perbuatan kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam setiap apa yang Engkau berikan kepada kami).
(Ahmad Nur Kholis)