Abainya Peta Geologi, Struktur Lempung Lunak Picu Tanah Bergerak di Tegal
NU Online · Rabu, 25 Februari 2026 | 22:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, dan Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, sejak awal Februari 2026 menyebabkan ratusan warga mengungsi dan puluhan rumah rusak. Peristiwa ini tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga faktor geologi yang telah lama terpetakan.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati, menyoroti kurangnya perhatian terhadap peta geologi setempat. Wilayah tersebut berada di atas formasi yang mengandung lempung ekspansif jenis montmorillonit.
Menurutnya, lempung montmorillonit memiliki sifat mudah mengembang ketika terkena air. Volume batuan dapat meningkat hingga beberapa kali lipat dari kondisi awal karena molekul-molekulnya merenggang saat menyerap air.
“Ketika jenuh air, lempung kehilangan kekuatan. Saat kering kuat, tetapi ketika basah berubah lunak seperti pasta,” ujarnya kepada NU Online, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, lapisan lempung berada di bawah timbunan tanah pada kawasan kaki lereng Gunung Slamet. Air hujan yang turun dari lereng terakumulasi dan meresap ke dalam tanah, namun tertahan di atas lapisan lempung yang kedap air.
Akibatnya terjadi kejenuhan yang membuat lapisan lempung menjadi lunak dan bergerak perlahan mengikuti kemiringan lereng. Pergerakan inilah yang memicu retakan hingga kerusakan bangunan di atasnya.
“Bangunan dipaksa bergerak, tetapi tidak seluruh bagian bergerak serempak. Ada bagian yang tertahan, sementara bagian lain ikut bergeser, sehingga muncul retakan dan keruntuhan,” jelasnya.
Dwikorita menegaskan bahwa risiko dapat diminimalkan dengan mengendalikan kejenuhan air di kaki lereng, terutama pada area akumulasi aliran hujan. Pengelolaan drainase dan pembatasan beban bangunan di atas lapisan lempung lunak menjadi langkah penting untuk mencegah pergerakan tanah berulang.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua