Aksi Kamisan Ke-876 Serukan Usut Kasus Pembunuhan Munir dan Tuntut Keadilan untuk Affan
NU Online · Kamis, 4 September 2025 | 18:00 WIB
Aksi Kamisan menuntut pengusutan dan keadilan untuk Munir dan Affan, pada Kamis (4/9/2025). (Foto: NU Online/Suci)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Aksi Kamisan kembali digelar di depan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/9/2025) sore. Aksi yang sudah memasuki kali ke-876 ini berlangsung sejak pertama kali digelar pada 18 tahun lalu.
Dalam aksi kali ini, massa menyerukan pengusutan tuntas kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib. Mereka juga menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas mobil Brimob saat demonstrasi pada 28 Agustus 2025 lalu.
Berdasarkan pantauan NU Online, massa aksi mengangkat sejumlah poster bergambar Munir dan berisi tuntutan untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan yang terjadi pada 2004 silam.
Massa aksi juga melakukan aksi teatrikal berupa tabur bunga di depan poster-poster korban yang meninggal dalam aksi demonstrasi pada 28-29 Agustus 2025. Hingga pukul 17.00 WIB, massa terus berdatangan dan memadati lokasi aksi dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk solidaritas.
Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia Lily Pujiati dalam orasinya menuntut keadilan bagi Affan. Ia menuturkan, para pengemudi ojol kerap menghadapi perlakuan tidak manusiawi, mulai dari intimidasi, diskriminasi, hingga tekanan dari pihak aplikator maupun aparat.
"Nasib kami di jalanan sangat tragis, sering dapat perlakuan tidak manusiawi, diintimadasi, diskriminasi, dan tekanan dari para aplikator selain dari aparat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pengguna layanan ojol agar tidak memilih tarif hemat karena semakin menekan kesejahteraan para pengemudi.
"Jadi kalau kawan-kawan tarif Rp18.000, yang kami terima hanya Rp5.400 saja. Itu yang diterima driver," tegasnya.
Menurut Lily, para pengemudi ojol sudah berulang kali meminta pemerintah hadir memberikan perlindungan. Namun hingga kini, pemerintah masih diam dan membiarkan para pekerja ojol tertindas.
"Saudara kami Affan, adik kami, meninggal dunia dengan mudahnya dilindas oleh mobil aparat yang katanya tidak sengaja," ungkapnya.
Ia menegaskan tidak akan tinggal diam atas kematian Affan.
"Kami tidak akan bisa diam, kami minta dukungan kawan-kawan semua untuk minta keadilan. Kami minta Kapolri bertanggung jawab dan dicopot dari jabatannya," pungkas Lily.
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua