Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Alissa Wahid perihal Pertemuan Kiai Sepuh di Lirboyo: Ingatkan Kita Semua agar Tidak Merusak dari Dalam

NU Online  Ā·  Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Alissa Wahid perihal Pertemuan Kiai Sepuh di Lirboyo: Ingatkan Kita Semua agar Tidak Merusak dari Dalam

Ketua PBNU bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid, dalam agenda Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diselenggarakan RMI PBNU bertempat di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Kamis (27/8/2026). (Foto: Fikri)

Jombang, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid menyoroti hasil pertemuan para kiai sepuh yang telah berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo pada RabuĀ (26/8/2026)Ā lalu. Menurutnya, sikap seperti itu merupakan wujud cinta para kiai terhadap NU.

 

"Sehingga beliau-beliau ingin menjaga, mengingatkan kita semua untuk tidak merusak NU dari dalam," ujarnya saat ditemui NU Online di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Kamis (27/8/2026) siang.

 

Ia mengatakan, dinamika dalam setiap Muktamar adalah keniscayaan. Fenomena ini tidak dapat terelakkan ketika seseorang berkumpul dan merumuskan tujuan bersama. Namun, ia menyayangkan ketika tujuan bersama harus dikorbankan demi kepentingan segelintir orang.

 

Ia pun meminta semua pihak untuk mengutamakan kemaslahatan jamiyah dan warga NU dibanding kemaslahatan kelompok apalagi individu. Menurutnya, ada tantangan bersama yang harus dihadapi pada abad kedua.

 

"Saya mengingatkan semua pihak bahwa kita ini butuh memikirkan bersama NU bersama-sama itu bagaimana," tuturnya.

 

"Mari kita lewati kepentingan pribadi kita untuk keutuhan dan kepentingan Nahdlatul Ulama," imbuhĀ Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian tersebut.

 

Ia mengemukakan bahwa salah satu tantanga yang dihadapi NU dan pesantren pada abad kedua yakni soal kekerasan. Untuk itu, lanjutnya, masalah ini harus terus diperhatikan meski kepemimpinan kepengurusan berganti adalah keterlibatan pengasuh pesantren menciptakan ruang aman.Ā 

 

Langkah ini dalam rangka mewujudkan watak Islam yang welas asih sebagaimana dianut dan diteladankan para kiai NU.

 

"Siapa pun nanti yang akan menjadi Rais Aam dan menjadi ketua umum, kami sangat berharap isu kekerasan baik di pesantren maupun di sekolah, pokoknya di dalam ekosistem NU itu bisa kita segera mitigasi," tegas Alissa.

 

Adapun para kiai sepuh yang hadir dalam pertemuan di Lirboyo yakni KH Ma'ruf Amin, KH Anwar Manshur (Lirboyo), KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH 'Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu'adz Thohir (Kajen), KH Abdullah Ubab Maimoen (Rembang) serta KH Muhibbul Aman Aly (Pasuruan).

 

Pertemuan berlangsung selama sekitar satu jam menghasilkan tujuh poin seruan yang ditujukan untuk peserta muktamar (muktamirin) dan kekuatan politik di luar NU demi menjaga martabat dan kedaulatan organisasi.Ā 

 

PadaĀ pertemuanĀ tersebut, para kiai sepuh menyerukan muktamirin menjaga marwah NU, menggunakan hak secara bertanggung jawab, serta menghindari tekanan dan provokasi. Pemilihan pemimpin harus mengutamakan kemaslahatan jamiyah, persatuan, dan kemandirian NU.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang