Arief Mudatsir Kembali Pimpin IKA-PMII
NU Online · Selasa, 2 Juli 2013 | 16:00 WIB
Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) ke-5 di Jakarta, Selasa (2/7) malam, memilih pemimpin baru. Forum menetapkan Arief Mudatsir Mandan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar IKA-PMII periode 2013-2018.
<>
Arief terpilih untuk kedua kalinya setelah melalui proses pemilihan langsung satu putaran dalam sidang pleno yang dipimpin Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha. Hasil pemungutan suara menujukkan Arief meraih 71 suara dari 130 surat suara sah.
Sidang pleno pemilihan ketua umum ini berlangsung tanpa menetapkan bakal calon atau calon terlebih dahulu. Selain Arief, peserta Munas juga memilih 7 nama lainnya, antara lain, Andi Jamaro dengan 50 suara, Amsar Dulmanan (3 suara), Ali Masykur Musa (2 suara), Surya Dharma Ali (1 suara), As’ad Said Ali (1 suara), Muhaimin Iskandar (1 suara), dan Pantas Tarigan (1 suara).
Dalam sambutannya, Arief menegaskan bahwa tugas yang ia terima merupakan amanat yang mesti dilaksanakan secara maksimal. ”Seperti yang pernah saya sampaikan, ini adalah periode konsolidasi gagasan, memperteguh silaturahim dan jaringan, serta mengerjakan program-program konkret,” ujarnya.
Menurut dia, masa kepemimpinannya 2008-2013 merupakan periode konsolidasi internal. Dia yakin, IKA-PMII mampu tampil unggul di antara alumni organisasi-organisasi lain. Namun, Arief meminta dukungan berbagai pihak dalam menggerakkan organisasi.
”Saya hanya seorang Arief. Tanpa dukungan dari sahabat-sahabat sekalian, dari pengurus cabang, pengurus wilayah, dan senior-senior, saya kira tidak akan menjalankan program,” pungkasnya.
Struktur kepengurusan ditetapkan malam ini oleh tim formatur yang terdiri dari ketua umum terpilih Arief Mudasir, sekretaris jendral PB IKA-PMII demisioner Effendy Choirie, dan 5 utusan Pengurus Wilayah IKA-PMII, yakni dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Timur.
Penulis: Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua