Armenia Resmi Akui Palestina, Indonesia Ajak Seluruh Negara Dunia Bertindak Serupa
NU Online · Senin, 24 Juni 2024 | 12:13 WIB
Jakarta, NU Online
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengapresiasi keputusan Armenia yang telah mengakui Negara Palestina dan mendukung implementasi solusi dua negara.
"Indonesia menyambut baik keputusan Armenia untuk mengakui Negara Palestina dan dukungannya terhadap implementasi solusi dua negara," begitu bunyi pernyataan Kemlu yang dibagikan di media sosial X, dikutip Senin (24/6/2024).
Dalam pernyataan tersebut, Kemlu juga mengimbau kepada seluruh negara di dunia untuk bertindak serupa, yakni mengakui secara resmi negara Palestina.
"Indonesia kembali menyerukan kepada semua negara untuk mengakui Palestina," ucapnya.
Diketahui, Armenia menjadi negara terbaru yang mengakui Palestina, meskipun menghadapi tentangan dari Israel. Melansir Reuters, Kemlu Armenia menegaskan dukungannya terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai gencatan senjata segera dalam perang Israel dengan Hamas di Gaza, serta mendukung solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel.
Sebelumnya, Indonesia juga menyambut baik keputusan beberapa negara Eropa yakni Spanyol, Irlandia, dan Norwegia yang mengakui Negara Palestina.
"Pengakuan tersebut memiliki arti penting untuk mewujudkan solusi dua negara," tulis Kemlu dalam pernyataannya, Selasa (28/5/2024).
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik sikap Armenia dan menyebutnya sebagai keputusan yang berani dan signifikan. Ia juga menyebut bahwa pengakuan ini sebagai langkah penting menuju peningkatan hubungan bilateral serta membina perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Keputusan bijaksana yang diambil Armenia sejalan dengan prinsip-prinsip solusi dua negara, sebuah pilihan strategis yang menjunjung tinggi legitimasi internasional. Pengakuan ini memberikan kontribusi positif dalam melestarikan solusi dua negara, dan mendorong keamanan, perdamaian, dan stabilitas untuk semua pihak," jabarnya, dikutip kantor berita Palestina WAFA.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua