Arus Baru Ekonomi Indonesia, Dekatkan Harapan Rakyat
NU Online · Kamis, 27 Juni 2019 | 04:30 WIB
Jakarta, NU Online
Tidak bisa dipungkiri bahwa kekayaan alam Indonesia sangat melimpah. Sumber harta Indonesia sangat komplit, yaitu dari laut, darat, dan bahkan udara. Namun sayang, hingga saat ini kekayaan tersebut belum bisa meningkatkan derajat ekonomi rakyat Nusantara sebagaimana yang diharapkan.
Demikian diungkapkan Ketua Umum Inkopsim (Induk Keporasi Syirkah Muawanah), HM Al-Khaqqoh Istifa saat memberikan sambutan dalam Halal bi Halal Dewan Pengawas Inkopsim di Jakarta, Selasa (25/6).
Menurutnya, salah satu kendala yang menyebabkan kekayaan Indonesia belum bisa mendongkrak ekonomi rakyak secara optimal adalah belum maksimalnya penerapan UUD 45 pasal 33. Salah satu bunyinya (ayat 2) adalah; Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Sedangkan ayat 3 menyebutkan; Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
âItulah sistem ekonomi Pancasila. Kekayaan alam yang kita punya wajib hukumnya dikuasa negara untuk kemakmuran rakyat. Hal-hal yang terkait dengan hajat hidup orang banyak, seharusnya digarap oleh BUMN atau koperasi. Kalau selama ini masih ada bolong-bolongnya, kedepan kita harus fokus memaksimalkan pelaksanaan pasal itu. Dan saya yakin Indonesia bisa,â uraiya sebagaimana rilis yang diterima NU Online .
Di bagian lain, Gus Khaqqoh, sapaan akrabnya, mengapresiasi arus baru ekonomi Indonesia yang digagas oleh KH maâruf Amin. Yaitu sinergi ekonomi dengan pemberdayaan ekonomi umat guna memberikan efek ekonomi terhadap lingkup lebih kecil di bawahnya. Jadi tidak hanya mengandalkan kegiatan ekonomi konglomerasi.
âSaya kira gagasan beliau cukup masuk akal. Arus baru ekonomi Indonesia, sebuah ide yang makin mendekatkan kepada harapan rakyat,â tambahnya.
Gus Khaqqoh menegaskan, ukuran yang paling standar dari apa yang disebut ekonomi membaik adalah secara umum masyarakat terkecil âpendapatannyaâ harus bisa makan 3 kali sehari dengan makanan yang laik.
âPemerintah saat ini harus bisa mewujudkan hal tersebut, baik saat ini maupun yang akan datang,â pungkasnya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua