Yogyakarta, NU Online
Dalam diskusi yang mengambil tema “Menguatkan komunitas masjid dan masyarakat Pandowoharjo”, Jum’at (12/4), Beny Susanto, Koordinator Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) DIY, mengungkapkan berbagai tantangan pengurus masjid ke depan.<>
“Jika kita lihat, saat ini, yang jamaah di masjid hanyalah orang-orang tua saja. Anak-anak mudanya jarang sekali yang ada di masjid. Ini merupakan tantangan bagi para pengurus masjid. Bagaimana membuat para kawula muda tertarik untuk berjamaah di masjid,” tegas Beny yang juga menjabat Ketua PW LPPNU DIY.
Terkait dengan keadaan masjid-masjid saat ini yang hanya terbatas mengurusi ibadah makhdoh (ritual) saja, Beni menegaskan bahwa memang itu telah di setting oleh pemerintah kolonial zaman penjajahan dulu.
“Jika kita telusuri, fungsi masjid saat ini yang terbatas pada ibadah makhdoh memang itu didorong oleh pemerintah kolonial. Dengan tujuan, membuat peran masyarakat hanya terbatas pada urusan ibadah semata. Dan kenyataannya rencana pemerintah kolonial tersebut berhasil, hari-hari ini, masjid semakin sepi karena kehilangan fungsi sosialnya,” jelasnya
Acara diskusi yang berlangsung di masjid Ar-Ridho Ngrukem tersebut, dihadiri oleh sekitar lima belasan takmir masjid yang ada di Ngrukem dan sekitarnya. Acara ini merupakan tindak lanjut dari acara pelatihan keterlibatan komunitas masjid dalam musrenbandes yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Muhsin pada Maret lalu.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim Bangkit
Terpopuler
1
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
2
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
5
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
6
PBNU Segera Alihkan Saham Perusahaan Pengelola Tambang kepada Perkumpulan NU
Terkini
Lihat Semua