BMKG Ingatkan Ancaman Kualitas Udara Memburuk saat Kemarau dan El Nino, Masyarakat Diminta Waspada
NU Online · Rabu, 22 Juli 2026 | 22:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Hal ini berpotensi membawa dampak yang tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga penurunan kualitas udara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat semakin memburuk apabila diperkuat oleh fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan semakin berkurang.
Pakar Kualitas Udara BMKG Dwi Atmoko menjelaskan bahwa kualitas udara pada musim kemarau secara umum memang cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi karena minimnya hujan yang selama ini berperan sebagai mekanisme alami untuk membersihkan atmosfer dari debu dan berbagai polutan.
“Kualitas udara pada umumnya cenderung memburuk pada musim kemarau. Kondisi ini dapat diperparah oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi iklim menjadi lebih kering, berkurangnya curah hujan berarti berkurangnya proses alami yang membantu membersihkan atmosfer dari debu dan berbagai polutan lainnya,” ujarnya dalam media sosial BMKG diakses NU Online, Rabu (22/7/2026).
Atmoko mengatakan bahwa memburuknya kualitas udara dipicu oleh meningkatnya polusi yang tidak lagi tersapu hujan. Situasi tersebut berpotensi semakin parah ketika El Nino menekan curah hujan lebih jauh sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang menghasilkan partikel serta polutan dalam jumlah besar.
Selain mewaspadai kondisi atmosfer, BMKG mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan analisis konsentrasi polutan PM2.5 di berbagai wilayah Indonesia, kadar polutan umumnya lebih tinggi pada malam hingga pagi hari.
“Pada malam hingga menjelang Subuh udara di dekat permukaan menjadi lebih dingin dan tenang sehingga polutan mudah terperangkap dan menumpuk. Sebaliknya pada siang hingga sore hari panas matahari membuat udara naik dan membantu menyebarkan polutan ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi sehingga konsentrasinya di dekat permukaan berkurang,” ucap Atmoko.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melakukan olahraga berat di luar ruangan, terutama pukul 05.00 hingga 09.00. Waktu yang lebih disarankan ialah sore hari, antara pukul 15.30 hingga 18.00.
“Jangan lupa gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, stop kebiasaan membakar sampah karena asap dari pembakaran sampah tidak mudah hilang dan menambah konsentrasi PM2.5 di udara,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Terima Kunjungan Menkeu Purbaya, Bahas Sejumlah Investasi Bisnis dan Program Kemasyarakatan
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Siap Tampung 3 Ribu Lebih Peserta, Berikut 6 Lokasi Penginapan Muktamar Ke-35 NU
5
Piala Dunia 2026 Selesai: Ciptakan Sejarah, Kontroversi, dan Transformasi Sepak Bola Global
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua