Jembrana, NU Online
Buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” dikaji di Sekolah Tinggi Imu Tarbiyah (STIT) Jembrana, Bali, Ahad (28/9). Penulisnya H Abdul Mun’im DZ hadir bersama tokoh tua Banser dan sesepuh setempat yang terlibat dalam peristiwa 1965.<>
Ketua STIT Jembrana Tafsil Saifuddin Ahmad mengatakan, para kader muda NU perlu membaca sejarah gerakan komunis tahun 40 sampai 60-an di Indonesia dan terutama di Jembrana yang menjadi salah satu pusat peristiwa.
Para kader NU dari Muslimat, Fatayat, Ansor dan Banser perlu membaca sejarah dari sumber yang tepat. “Oleh pengamat dan peneliti asing NU dianggap berdosa. Jangan sampai NU dibenturkan, apalagi waktu itu yang menjadi korban di Bali mayoritas Hindu,” katanya.
Katib Syuriyah NU Jembrana H Safurrahman mengatakan, buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” mengungkapkan fakta sejarah dan informasi mengenai sikap NU terhadap peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Buku ini tidak hanya penting dibaca secara nasional, tetapi juga internasional harus baca, agar tidak salah paham,” katanya.
Sementara itu Abdul Mun’im DZ yang hadir dari Jakarta mengatakan, buku yang ditulisnya itu bermaksud mengklarifikasi berbagai sumber yang ada. Buku yang terbit sementara ini cenderung epihak dan memojokkan NU.
“Sesuatu yang gelap kita terangi dengan buku putih. Alhamdulillah anak-anak muda NU setelah baca buku ini paham ‘oh ternyata begitu toh peristiwanya’,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.
Diskusi dipandu oleh tokoh muda NU Jembrana yang juga pengasuh pesantren Darut Ta'lim Negara Bali, Rifkil Halim Muhammad. Sejumlah tokoh tua setempat hadir dan menceritakan pengalaman masing-masing. Datuk Andan Marhaban, komandan Banser 60-an yang nyentrik menjadi pusat perhatian ratusan kader muda NU yang hadir. (Red: Anam)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua