Danantara Rancang Terowongan Penghubung Kampung Haji Indonesia ke Masjidil Haram
NU Online · Senin, 16 Februari 2026 | 07:00 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Proyek Kampung Haji Indonesia yang dikembangkan Danantara Indonesia di Makkah, Arab Saudi, dirancang memiliki akses langsung menuju Masjidil Haram melalui terowongan khusus. Infrastruktur ini disiapkan untuk mempersingkat jarak tempuh jemaah haji Indonesia menuju pusat ibadah tersebut.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan kawasan Kampung Haji berada sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram dan akan dihubungkan melalui terowongan sehingga memangkas waktu perjalanan jemaah.
“Jaraknya kurang lebih 2,5 km dan ada terowongan langsung,” ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip NU Online, Ahad (15/2/2026).
Ia membandingkan dengan kondisi saat ini, di mana jemaah haji Indonesia umumnya menempuh jarak sekitar 4,5 hingga 6 kilometer untuk mencapai Masjidil Haram.
Selain menyiapkan akses terowongan, Danantara juga telah mengamankan sejumlah aset properti di sekitar Masjidil Haram sebagai bagian dari pengembangan kawasan. Aset tersebut mencakup hotel yang telah beroperasi maupun lahan strategis untuk pengembangan lanjutan.
“Kami melakukan pembelian hotel maupun lahan di Kampung Haji. Selanjutnya, akan ada pembelian lahan dengan jarak kurang lebih 600 meter dari Masjidil Haram,” kata Rosan.
Salah satu hotel yang telah diakuisisi berada di kawasan Thakher, yakni Novotel Thakher Makkah, dengan kapasitas sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara dan telah beroperasi.
Selain itu, Danantara juga menguasai lahan pengembangan seluas sekitar 4,4 hektare di koridor strategis berjarak 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan tersebut terdiri atas sekitar 14 plot lahan yang direncanakan dikembangkan secara bertahap, termasuk area komersial dan pusat ritel.
Dalam rencana jangka menengah hingga panjang, Kampung Haji Indonesia ditargetkan memiliki sekitar 6.000 kamar dengan estimasi daya tampung mencapai 22.000 jemaah atau sekitar 10 persen dari total kuota haji Indonesia per tahun.
“Sebanyak 13 tower akan kami bangun di wilayah 4,4 hektare itu,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengakuisisi aset Kampung Haji Indonesia di Makkah melalui skema conditional sales and purchase agreement (CSPA). Rosan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah telah mengakuisisi satu hotel di kawasan Thakher berkapasitas 1.461 kamar serta mengamankan lahan sekitar lima hektare untuk pengembangan lanjutan.
Kawasan tersebut direncanakan menjadi Kampung Haji terpadu dengan 13 tower hunian jemaah dan pusat perbelanjaan, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dengan konektivitas langsung melalui infrastruktur penghubung yang ditargetkan rampung pada 2026.
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua