Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Di Pembukaan, KH Hasib Wahab Doakan Muktamar Ke-35 NU Jadi Pertemuan yang Berkah

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Di Pembukaan, KH Hasib Wahab Doakan Muktamar Ke-35 NU Jadi Pertemuan yang Berkah

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab Chasbullah saat memimpin doa pembukaan Muktamar Ke-35 NU, Kamis, (27/8/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube NU Online)

Jombang, NU Online

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab Chasbullah, mengawali Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dengan doa agar forum lima tahunan itu menghasilkan kebaikan dan tidak meninggalkan kerusakan.


Dalam doanya, Kiai Hasib meminta agar pertemuan para ulama, pengurus, dan warga NU tersebut menjadi forum yang penuh keberkahan dan mempererat kecintaan di antara sesama. 


Ia juga berharap perpisahan setelah muktamar berlangsung dalam keadaan baik dan mendapat ridha Allah swt.


“Jadikanlah pertemuan ini pertemuan yang barokah. Jadikanlah pertemuan ini pertemuan untuk mahabbah bainannas (cinta antarmanusia) antara kita semuanya,” kata Hasib dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, (27/8/2026).


Kiai Hasib kemudian memanjatkan doa agar seluruh rangkaian muktamar berjalan damai hingga forum berakhir. “Janganlah kita berpisah dengan meninggalkan kerusakan,” ujarnya.


Ia berharap Muktamar ke-35 NU menjadi forum yang membawa manfaat bagi masyarakat (nafiatan linnas). “Mudah-mudahan pertemuan ini sampai kepada muktamar akhir nanti dan seterusnya benar-benar muktamar yang barokah, muktamar yang nafiatan linnas. Mudah-mudahan semuanya damai, gembira, dan berkah, berkah, berkah” kata dia.


Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hasib juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU. Menurut dia, kedatangan Prabowo ke Tambakberas bukan yang pertama.


“Kami dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum ingin menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden dalam Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas. Ini kedatangan Bapak Presiden yang keempat ke Tambakberas,” ujarnya.


Ia menyebut kehadiran Prabowo membuat muktamar kali ini terasa istimewa. Ia kemudian mengaitkannya dengan sejarah Tambakberas dan KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri sekaligus penggerak Nahdlatul Ulama. Menurut dia, lagu Ya Lal Wathan dan Mars NU merupakan karya KH Wahab Chasbullah yang berasal dari Tambakberas. Ia menyebut Kiai Wahab sebagai ulama yang memiliki semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.


“Beliau adalah ulama nasionalis, cinta tanah air, bahkan mengeluarkan lagu mars,” kata Kiai Hasib.


Di hadapan peserta muktamar, Kiai Hasib kembali mengingatkan doktrin KH Wahab Chasbullah mengenai hubungan agama, NU, dan negara. Menurut dia, Islam dan negara tidak seharusnya dipertentangkan.


“Negara dan Islam, negara dan NU ini tidak bisa dipisahkan. Karena bagaikan uang logam yang tidak bisa dipisahkan antara dua sisi,” ujarnya.


Ia mengatakan semangat cinta tanah air telah menjadi bagian dari perjalanan NU, termasuk sejak masa Presiden Soekarno hingga pemerintahan saat ini. Kiai Hasib kemudian mengutip hadits yang menjadi dasar pandangan Kiai Wahab mengenai pentingnya hubungan ulama dan umara atau pemimpin pemerintahan. Menurut dia, baik buruknya masyarakat turut dipengaruhi oleh kondisi kedua kelompok tersebut.


“Ada dua golongan. Ketika dua golongan ini baik maka baiklah rakyatnya, dan ketika dua golongan ini rusak maka rusaklah rakyatnya, yaitu hubungan ulama dan umara,” kata Kiai Hasib.


Karena itu, ia menilai ulama dan umara perlu berjalan bersama dalam membangun kehidupan masyarakat dan negara.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang