Galang Solidaritas atas Pembantaian di Azerbaijan
NU Online · Jumat, 1 Maret 2013 | 08:45 WIB
Depok, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyerukan umat Muslim untuk menggalang bantuan untuk warga Azerbaijan dalam kasus pembantaian di Khojali.
<>
"Umat Islam harus memberi dukungan dan solidaritas sebagai sesama Muslim untuk membantu mengungkap kejahatan pembantaian di Khojali," kata Said Aqil, dalam sambutannya pada acara seminar "21 Commemoration of Khojali Genocide" di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Kamis (28/2).
Menurut dia, saat ini PBNU menggalang dukungan dengan mengumpulkan tandatangan anggota DPR untuk memberi dukungan kepada Azerbaijan.
Ia mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak bereaksi atas adanya pembantaian kemanusiaan di negara tersebut.
Azerbaijan merupakan negara yang 100 persen penduduknya Muslim. Negara kaya raya dengan sumber mineral dan juga sumber daya manusia ini mendapat serangan dari tentara Armenia dan membantai penduduk Khojali.
Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, pembantaian yang dilakukan oleh tentara Armenia terhadap warga Khojali di Azarbaijan harus dipertanggungjawabkan di hukum internasional.
Ia mengatakan genosida bertentangan dengan hukum internasional dan akal sehat manusia dan nilai agama.
"Untuk mencegah pembantain kembali maka proses hukum pelaku kejahatan harus ditegakkan," ujarnya.
Menurut dia, penegakan hukum perlu terus disuarakan di forum-forum interasional.
"Bukan tak mungkin tanpa hukum yang tegas maka dipandang masyarakat internasional merupakan kejahatan biasa, dan bisa terulang kembali,"" katanya.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
4
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
5
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua