Nasional

Gubernur Kepri Yakin Banser Tak Rela NKRI Tinggal Sejarah

NU Online  ·  Senin, 28 November 2016 | 05:02 WIB

Gubernur Kepri Yakin Banser Tak Rela NKRI Tinggal Sejarah

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun (berdiri). Foto NU Online/Syamsul Bahri/16.

Batam, NU Online
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun, di Batam, Senin (28/11) meyakini jiwa Gerakan Pemuda Ansor berikut badan otonomnya atau Banser memiliki jiwa merah putih yang setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bangsa lain itu cemburu dengan potensi Indonesia sehingga berupaya menguasai potensi-potensi kita melalui beragam cara, karena itu, kita harus bersama-sama menjaga NKRI," kata gubernur didampingi Sekdaprov Tengku Said Arif Fadilah.

Gubernur melanjutkan, NKRI dibangun atas dasar gotong-royong. Dan saat ini, Pancasila akan diganggu orang tak bertanggung jawab.

"Orang-orang tak bertanggung jawab berupaya mengkhianati Pancasila. Tapi saya yakin, kader Banser tidak akan rela jika NKRI hanya tinggal sejarah," ujar gubernur disambut tepuk tangan peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III PP GP Ansor.

Sebagaimana dilagukan Koes Plus, negara Indonesia ialah negara kaya.  Tongkat batu jadi tanaman. Dengan potensi itu, ujar Gubernur Nurdin, sesama anak bangsa tidak perlu saling menuding siapa yang salah atas beragam persoalan bangsa yang ada.

"Lebih baik bergandeng tangan membangun bangsa dengan potensi yang ada karena memang melawan bangsa sendiri ini saat yang sulit, dari narkoba hingga korupsi. Ada pula media yang suka menyebarkan berita memecah-belah adalah persoalan kita hari ini. Tapi saya percaya jiwa Ansor adalah merah putih," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)


Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang