Jakarta, NU Online
Orang yang suka membatas-batasi umumnya pengetahuannya memang terbatas. Orang yang membatasi santri hanya sebatas yang mondok di pesantren, misalnya. Atau membatasi Islam hanya sebatas urusan fiqh, membatasi ibadah hanya sebatas shalat, puasa, zakat, dan haji. Lalu membatasi rahmat Allah hanya sebatas untuk dirinya dan kelompoknya, membatasi jihad sebatas perang bersenjata, atau bisa diperpanjang dengan misal dan contoh yang lain.<>
Demikian tulis Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam akun Facebook milik pribadinya ‘Ahamd Mustofa Bisri’, Rabu (25/11).
“Mengenai guru, juga banyak yang membatasi hanya sebatas mereka yang mengajar di sekolahan dan madrasah. Bahkan ada yang membatasi hanya sebatas mereka yang termasuk anggota PGRI,” ujar kiai yang juga dikenal sebagai Budayawan ini.
Bagi Gus Mus, guru bisa siapa saja. Minimal untuk diri dia sendiri. “Siapa saja bisa menjadi guruku; asal ada sesuatu darinya yang bisa aku GUgu (percaya dan ikuti ucapan-ucapannya) dan aku tiRU (contoh). Boleh jadi kalian, atau di antara kalian, diam-diam adalah guru-guruku dalam berbagai hal dan bidang,” jelasnya.
Nyatanya di Facebook ini saja, kata Gus Mus, berapa banyak dirinya mendapat pelajaran. Baik dari status maupun komentar-komentar atas status. Mulai pelajaran tentang resep masakan, tentang akik, tentang kesehatan, tentang obat-obatan tradisional, tentang adat-istiadat, hingga tentang kearifan, dan pelajaran hidup.
Maka apabila hari ini, imbuhnya, dirinya mengucapkan selamat Hari Guru dan berterima kasih serta mendoakan kepada guru-gurunya, itu artinya termasuk untuk dan kepada semua orang juga.
“Selamat Hari Guru. Semoga semua guru senantiasa diberi rahmat dan berkah oleh Allah, dimudahkan hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak,” tutup Gus Mus.
Hingga berita ini ditulis, status panjang tersebut telah disukai oleh 3.483 orang, dikomentari oleh 278 orang, dan 1.050 kali dibagikan. (Red: Fathoni)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua