Jakarta, NU Online
Salah satu rangkaian acara dalam kegiatan peringatan Haul Ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Ciganjur, Jakarta, Sabtu (27/12) malam, adalah pembacaan narasi puitis oleh Zastrouw Al-Ngatawi yang diiringi alunan musik dan kemudian narasi tersebut divisualisasikan dalam bentuk lukisan pasir oleh Fauzan.
<>
Dalam kesempatan itu Zastrouw mengurai silsilah biologis dan ideologis Gus Dur. Di awal narasinya, Zastrouw menceritakan tentang sosok Syekh Subakir, seorang ulama dari Persia yang menumbal Nusantara pada umumnya dan Pulau Jawa khususnya.
Saat Zastrouw membaca narasi, dengan sigap tangan seorang Fauzan langsung bergerak membentuk sebuah lukisan seorang tokoh yang diidentifikasi sebagai sosok Syekh Subakir.
Begitu pun ketika Zastrouw menyinggung tentang peran Wali Songo dalam islamisasi di Nusantara, tangan kreatif Fauzan berhasil membentuk sebuah pola masjid yang di sekitarnya terdapat beberapa orang dan diduga kuat itu adalah gambar Wali Songo.
Riuh tepuk tangan hadirin terus bergema menyaksikan krativitas Fauzan yang membuat logo Nahdlatul Ulama, tentu saja logo itu dibuat bersamaan dengan narasi yang disampaikan Zastrauw ketika menyinggung pendirian organisasi Nahdlatul Ulama.
Ketika logo NU sudah terbentuk, Zastrauw menceritakan sosok Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, Fauzan menempatkan lukisan KH. Hasyim Asyari di samping kanan-depan logo NU dan disusul kemudian lukisan KH. Wahid Hasyim di sebelah kirinya lalu Fauzan melukis wajah Gus Dur di tengah-tengah lukisan kedua tokoh nasional tersebut.
Ketika Zastrouw mengatakan "Gus Dur menerangi masa depan", Fauzan memfokuskan lukisannya hanya pada sosok Gus Dur yang di belakangnya terdapat cahaya yang bersinar. (Aiz Luthfi/Mahbib)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua