Nasional

Gus Dur Panutan Menjaga Keberagaman

NU Online  ·  Kamis, 26 Juli 2018 | 11:30 WIB

Jakarta, NU Online
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah panutan dalam menjaga keberagaman. Hal tersebut disampaikan mantan peneliti utama bidang perkembangan politik nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi. 

"Jadi, Gus Dur ini mengajak kita untuk menghormati kemajemukan atau menegaskan kebangsaan kita," kata Mochtar saat menjadi pembicara pada acara Peluncuran dan Diskusi Buku Hari-Hari Terakhir Bersama Gus Dur karya Bondan Gunawan di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (25/7).

Ia mengatakan, pengakuan terhadap keberagaman adalah pengakuan terhadap keterbatasan diri setiap individu. Sebab itu, penghormatan terhadap keberagaman menjadi suatu keniscayaan dalam kehidupan berbangsa.

Menurutnya, nasionalisme paham kebangsaan merupakan suatu bulatan kesatuan dari keragaman yang ada. Di dalam nasionalisme tidak ada diskriminasi dan perbedaan kelas. Semuanya sederajat. Masyarakat Indonesia harus bersatu untuk terwujudnya cita-cita kemerdekaan.

"Hanya dengan bersatu kita bisa merdeka, hanya dengan bersatu kita bisa mempertahankan kemerdekaan, hanya dengan bersatu bisa mencapai cita-cita kemerdekaan," ucapnya. 

Sebaliknya, ia menyindir pihak-pihak tertentu yang mengusung paham lain di Indonesia. Menurutnya, jika ada pihak-pihak yang ingin mengganti nasionalisme dengan paham lain, pada dasarnya secara tidak langsung ingin mengumumkan penjajahan kembali. Pasalnya, bangsa atau kebangsaan adalah kemerdekaan itu sendiri.

"Jadi bangsa itu sebetulnya adalah merdeka," jelasnya. 

Selain Mochtar Paotinggi, hadir pula pembicara lain, mantan Kepala Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif. Hadir pula tamu undangan seperti Ketua PBNU KH Imam Aziz dan Katib Syuriyah KH Nurul Yaqin Ishaq. (Husni Sahal/Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang