Gus Ipul: Calhaj yang Tertahan di Filipina Dijamin Pulang
NU Online · Rabu, 24 Agustus 2016 | 18:01 WIB
Belasan calon jamaah haji asal Pasuruan Jawa Timur yang kini tertahan di Filipina akibat menggunakan paspor negara tersebut dijamin akan segera dipulangkan ke daerah asalnya. Penegasan ini disampaikan langsung Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Rabu (24/8).
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menegaskan, sejumlah calon jamaah haji asal Pasuruan yang berangkat haji melalui Filipina itu adalah korban dari tindakan biro perjalanan yang tidak bertanggung jawab. Calon jamaah haji yang tertahan di Filipina itu berasal dari Kecamatan Pandaan, Prigen dan Purwosari Pasuruan.
Selain akan segera memulangkan para calon jamaah haji asal Pasuruan itu, Gus Ipul juga telah mendesak dan meminta aparat Kepolisian untuk menindak tegas pengelola biro perjalanan yang memberangkatkan mereka melalui Filipina. Biro perjalanan itu harus diproses hukum.
"Saya akan mendatangi beberapa tempat untuk memastikan. Karena ini berupa kabar dan kabar yang kami terima ada 12 dari Kabupaten Pasuruan. Pemerintah lagi berusaha untuk memulangkan mereka. Pasti kita bantu untuk bisa kembali. Kami minta juga untuk yang bertanggung jawab untuk diberi sanksi melalui proses hukum," tegas Gus Ipul.
Menurutnya, kasus ini merupakan pelajaran bagi calon jamaah haji. Gus Ipul meminta kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji dan umroh untuk lewat jalur yang resmi, meski waktunya relatif berjangka panjang.
"Saya mengimbau betul kepada travel haji dan umroh untuk bertanggung jawab. Dan untuk para calon jamaah haji dan umroh agar menggunakan travel yang pasti saja," pesan pria yang merupakan salah satu Ketua PBNU ini.
Untuk memastikan calon jamaah haji yang berangkat haji melalui Filipina, rencananya dalam waktu dekat, Gus Ipul akan mendatangi keluarga korban di Pasuruan. Terkait masalah pembayaran yang telah dilakukan calon jamaah haji ke biro perjalanan, Gus Ipul belum bisa memastikan apakah biaya haji mereka akan diganti atau tidak. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua