Gus Muwafiq: Peringatan Isra' Mi'raj Itu Ngaji Iman
NU Online · Sabtu, 9 Maret 2019 | 14:00 WIB
Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan menuju Sidratul Muntaha merupakan peristiwa yang sangat spesial bagi umat Islam yang beriman. Perjalanan yang secara nalar manusia tidak mungkin dilakukan ini merupakan bagian dari pembuktian keimanan seorang muslim.
Bukan hanya para musuh nabi yang tidak percaya peristiwa ini. Para sahabat nabi kala itu juga banyak yang awalnya meragukan kejadian ini. Ditambah lagi peristiwa ini terjadi setelah nabi ditinggal oleh istri beliau, Sayyidatina Khadijah.
Banyak sahabat Nabi yang mengira nabi sedang berhalusinasi akibat kesedihan yang dirasakan setelah meninggalnya sang istri tercinta.
"Jadi, ngaji Isra' Mi'raj itu paling susah karena peristiwa ini sesuatu musykil (sulit). Isra' Mi'raj itu ngaji iman," ungkap KH Ahmad Muwafiq yang biasa dipanggil Gus Muwafiq saat menjelaskan hikmah Isra' Mi'raj di Masjid Raudlatul Muslimin Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (9/3).
Menjadi penceramah pada peringatan Isra' Mi'raj itu menurutnya lebih susah dibanding dengan peringatan Maulid Nabi, Muharam dan sejenisnya. Jika berbicara Maulid Nabi sudah ada contohnya yakni Nabi Muhammad. Jika berbicara tahun baru hijriyah sudah ada bulannya. Namun ketika berbicara Isra' Mi'raj bukti nyatanya susah ditunjukkan. Hanya keimanan yang ada.
"Zaman Rasul banyak yang tidak percaya peristiwa ini sampai banyak menyebut Nabi sudah gila. Akibatnya orang-orang yang menghujat ini dihajar sama Umar bin Khattab," ungkap Gus Muwafiq.
Momen ketidakpercayaan sahabat ini juga lanjutnya, yang membuat Abu Jahal memanfaatkannya untuk mempropaganda warga Makkah untuk semakin membenci Nabi. Inilah yang membuat Abu Jahal mengumpulkan warga dan mengundang Nabi untuk menceritakan perjalanan suci itu kepada mereka.
Nabi diundang untuk mengisahkan perjalanan Isra' Mi'raj kemudian ditanya dengan hal-hal yang sulit sehingga nabi pun bingung menjawabnya.
"Pertanyaannya aneh-aneh seperti berapa pintu Masjidil Aqsha, berapa rumah dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsha?," katanya disambut senyum jamaah.
Saat itulah lanjut Gus Muwafiq, Allah SWT mengutus malaikat untuk menampakkan wujud gambar Masjidil Aqsha secara langsung di depan nabi sehingga Nabi Muhammad bisa menjawab dengan tepat pertanyaan dari kafir Quraisy.
"Jadi siaran live itu sebenarnya sudah ada sejak zaman nabi. Buktinya malaikat siaran langsung dengan menampilkan Masjidil Aqsha di hadapan nabi," kata kiai yang memiliki selera humor tinggi ini disambut tawa para jamaah.
Kejadian-kejadian yang di luar nalar inilah yang seharusnya malah harus menambah keimanan atau kepercayaan kepada Allah dan nabi. Dan keimanan menurutnya menjadi bagian yang sangat penting dalam beragama. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
Terkini
Lihat Semua