Gus Sholah: Menggunakan Hak Pilih Adalah Ibadah
NU Online · Selasa, 8 April 2014 | 02:01 WIB
Jombang, NU Online
Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid, meminta masyarakat datang ke bilik TPS atau tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara Pemilu legislatif 9 April besok, sebagai bagian dari ibadah.
<>
“Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan hak dan kesempatan sehingga bisa memilih, maka gunakanlah hak pilih Anda dalam pemilu,” kata Gus Sholah, panggilan akrabnya, saat acara doa bersama menjelang pelaksanaan Pemilu di Mapolres Jombang, Ahad (6/4) malam.
Adik kandung Gus Dur ini menyadari, terdapat sejumlah kecurangan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2014 ini. Namun, masyarakat pemegang hak pilih, diminta tetap tidak golput dan memanfaatkan momentum Pemilu sebagai ikhtiar mencari pemimpin yang baik.
“Menggunakan hak pilih kita niatkan ibadah sebagai wujud syukur, sekaligus mencari pemimpin yang baik,” ujarnya.
Rektor Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang ini menambahkan, masyarakat Indonesia patut bersyukur bisa memiliki hak pilih dalam pemilu lantaran banyak negara yang rakyatnya menderita akibat perebutan kekuasaan.
“Di Mesir, ratusan orang terbunuh karena perebutan kekuasan. Warga tidak bebas menggunakan hak pilihnya. Di Syria, jutaan orang mengungsi akibat perebutan kekuasaan yang tiada akhir,” ungkapnya.
Dibanding dua negara itu, rakyat Indonesia harus sangat bersyukur. “Jika kita bersyukur, nikmat tuhan akan ditambah. Demokrasi yang dijalankan memang belum sempurna, tapi ini masih pilihan terbaik dibanding yang lain. Celah-celah yang masih kita temukan dalam demokrasi bukan alasan untuk meninggalkannya. Tapi menjadi wajib bagi kita untuk bersama-sama memperbaikinya,” tandas Gus Sholah. (Syaifullah/Mahbib)
Terpopuler
1
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
2
Esok Puasa Tasu'a, Raih 4 Keutamaannya
3
Rais Aam PBNU Kiai Miftach Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
4
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
5
Di Penutupan Munas-Konbes NU, Prabowo Sampaikan Kebocoran Kekayaan Negara
6
Gus Yahya: Muktamar Digelar 1-5 Agustus 2026 di Tempat yang Akan Disepakati Bersama
Terkini
Lihat Semua