Nasional

Mulai Musim Haji 2027, Garuda Bisa Angkut Penumpang dari Arab Saudi saat Penerbangan Pulang

NU Online  ·  Kamis, 25 Juni 2026 | 17:30 WIB

Mulai Musim Haji 2027, Garuda Bisa Angkut Penumpang dari Arab Saudi saat Penerbangan Pulang

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Foto: NU Online/Suci)

Jakarta, NU Online

Arab Saudi melalui General Authority of Civil Aviation (GACA) resmi memberikan izin kepada Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong (empty leg) pada penerbangan carter haji saat pesawat kembali ke Indonesia.


Kebijakan baru ini membuka peluang bagi Garuda untuk mengangkut penumpang umum, termasuk wisatawan asing, sehingga pesawat tidak lagi kembali ke Tanah Air dalam kondisi kosong.


"GACA memberikan izin kepada penerbangan kita, dalam hal ini Garuda Indonesia, untuk mengisi empty leg. Jadi, pesawat-pesawat Garuda yang pulang ke Tanah Air setelah membawa jamaah haji tidak kosong dan bisa membawa penumpang," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai rapat koordinasi di Gedung Kementerian Haji, Jakarta, Kamis (25/6/2026).


Menurut Dahnil, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan akan mulai diterapkan pada musim haji tahun depan.


"Kita akan mulai menjalankan instruksi Presiden itu pada musim haji berikutnya. Pesawat-pesawat kita yang membawa jamaah haji nantinya dapat membawa penumpang saat kembali ke Indonesia," ungkapnya.


Ia menjelaskan, penumpang yang dibawa dari Arab Saudi diharapkan merupakan wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia di pasar Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.


"Penumpang inilah yang kemudian kita bicarakan dengan Kementerian Pariwisata agar objek-objek wisata Indonesia dapat dipromosikan dan menarik minat masyarakat Timur Tengah, khususnya Arab Saudi," katanya.


Dahnil menyebut setiap tahun sekitar 3,2 juta warga Indonesia berangkat ke Arab Saudi, yang terdiri atas sekitar 3 juta jamaah umrah dan 221 ribu jamaah haji. Besarnya mobilitas tersebut membuat aliran dana yang keluar ke Arab Saudi mencapai Rp120 triliun hingga Rp180 triliun per tahun.


"Nilai uang yang beredar dan ikut berangkat ke Arab Saudi sekitar Rp120 triliun sampai Rp180 triliun. Ini menjadi perhatian Presiden agar cash outflow tersebut tidak terlalu besar," imbuhnya.


Selain mendorong sektor pariwisata, pemerintah juga ingin memperkuat Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang menjadi pilihan utama jamaah umrah.


"Kita ingin mendorong agar Garuda menjadi national flight yang kuat sehingga dapat melayani jamaah umrah secara maksimal," ujar Dahnil.


Pemerintah berharap sekitar 50 persen dari tiga juta jamaah umrah Indonesia dapat menggunakan layanan Garuda dengan kualitas pelayanan yang lebih baik serta harga yang kompetitif.


"Tiga juta jamaah umrah itu kami harapkan 50 persennya bisa diterbangkan oleh Garuda, tentu dengan pelayanan yang lebih baik serta harga yang ekonomis dan efisien," katanya.


Di sisi lain, Garuda Indonesia bersama Kementerian Pariwisata akan memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi.


"Tim dari Garuda dan Kementerian Pariwisata akan lebih banyak melakukan promosi dan menjual paket wisata Indonesia agar masyarakat Arab Saudi semakin banyak berkunjung ke sini," tandasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang