Habib Abu Bakar: Pemerintah Mesti Tangani Kelompok Ekstrem
NU Online · Kamis, 15 November 2012 | 12:08 WIB
Depok, NU Online
Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas meminta pemerintah tegas dalam menghadapi kelompok-kelompok ekstrem yang bertebaran di masyarakat. Menurut dia, praktik pembiaran hanya akan menimbulkan keresahan.<>
Menertibkan kelompok-kelompok pengganggu adalah bagian dari tugas pemerintah. Sebagai pengayom masyarakat, ia berkewajiban melindungi kebebasan setiap kegiatan ibadah di masyarakat.
“Pemerintah seharusnya menangani, jangan santai saja. Nanti meluas,” ujar Habib Abu Bakar saat ditemui di kediamannya, Jalan Karya Bakti 9, Tanah Baru, Beji, Depok, Kamis (15/11) siang. Pernyataan ini muncul usai menerima sejumlah laporan warga tentang aksi pembubaran paksa oleh penganut kelompok ekstrem di beberapa majelis taklim di Kota Depok.
Majelis taklim di Masjid al-Falah Tanah Baru, Beji, Depok, misalnya, pernah menjadi sasaran pembubaran. Pelaku dengan paksa merampas pengeras suara dan membentak jamaah untuk segera membubarkan diri. Dalihnya, pembacaan ratib yang diselenggarakan mengganggunya.
“Padahal (ritual pembacaan ratib) itu terjadi bakda Isya’. Jam delapan aja belum,” kata H Nasruddin, pemimpin majelis taklim.
Setelah diusir, Nasruddin beserta jamaahnya terpaksa beralih tempat dari masjid ke sebuah mushalla. Beberapa anggota majelis taklim trauma dan tak ingin mengikuti kegiatan rutin itu lagi.
Dalam kondisi ini, Habib Abu Bakar tetap mengimbau masyarakat untuk bersikap dewasa dan bijaksana. “Kami mohon kepada masyarakat, ulama, dan warga NU untuk menghadapinya dengan akhlak, tidak dengan kekerasan,” tuturnya.
Meski demikian, bagi Habib yang mengaku berdarah NU ini, sikap tegas harus ditunjukkan tatkala para pengganggu sudah bertindak melampaui batas, seperti melakukan kekerasan fisik dan pengusiran paksa. Melaporkannya kepada pihak berwenang merupakan langkah yang paling baik.
Redaktur : Mukafi Niam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua