Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai
NU Online · Senin, 25 Februari 2013 | 01:45 WIB
Semarang, NU Online
Ribuan jamaah memadati lapangan Sepak Bola Kliwon Ngaliyan Semarang Majelis Dzikir Maulidin Nabi Ngaliyan, Ahad (24/2) dalam acara pengajian akbar bertema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Kita Pelihara, Akhlak, Sabar dan Takwakal.”<>
Kegiatan dihadiri tim hadroh dan para habib se-Semarang, sehingga ribuan jamaah memenuhi lapangan sambil menikmati Hadroh shalawat dan sambutan pengajian oleh Habib Jafar. Dalam pengajian akbar maulid Nabi Muhammad tersebut di isi oleh Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan.
Kelahiran Nabi Muhammad sangat layak untuk diperingati. Akan tetapi dalam memperingati Nabi Muhammad tidak hanya waktu kelahiran Nabi Muhammad melainkan tiap hari, bulan maupun tahun, kata Habib Luthfi.
“Nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara melakukan tirakat dan puasa. Ia adalah suri teladan yang baik, dan teladan atau ushwah itulah yang sulit kita laksanakan,” kata Habib.
Meski Muhammad adalah orang suci namun ia selalu melakukan tazkiyah an-Nafs dan tazkiyah Qulub.Ia selalu mensucikan hati dan nafsunya, selayaknya cara-cara penyucian dengan teladan yang baik tersebut menjadi contoh bagi kita dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Islam dibawa ke bumi Nusantara dengan baik dan damai. Namun acara-acara televisi dalam menontonkan kisah-kisah wali selalu dibumbu-bumbui dengan pertengkaran dan kesaktian.
“Sesungguhnya para wali memberikan contoh teladan dari Nabi, bukan melalui kesaktian namun dengan manajemen Islam yang damai. Islam dibawa melalui contoh dan kegemaran masyarakat, sehingga Islam mudah menyebar di Indonesia,” tutur Habib Luthfi.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Lukni Maulana
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
4
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua