Habib Luthfy Bantu Atur Lalin Mudik Lebaran
NU Online · Sabtu, 18 Agustus 2012 | 07:57 WIB
Pekalongan, NU Online
Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya, rais am Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan Kamis malam (16/8) membantu polisi mengatur arus lalu lintas di Pos THR Pekalongan.<>
Dengan memakai busana berjubah terbuat dari kulit dan topi koboi, Habib Luthfy dengan sigapnya mengarahkan kendaraan roda dua, empat atau lebih pemudik tujuan Semarang dan sekitarnya untuk masuk ke Jalan Hayamwuruk atau lurus ke KHM Mansyur.
Siapapun tidak akan pernah tahu, kalau malam kemarin yang berdiri di depan air mancur THR di sela sela Polisi adalah sosok dan figur panutan umat Islam dan seorang mursyid tariqah.
Penampilan yang cukup lugas dengan dibantu lampu senter lalu lintas, Habib Luthfy mengarahkan dan terkadang juga menghentikan kendaraan karena ada kereta api yang mau lewat.
Kepada NU Online Habib Luthfy beralasan terkait kegiatan di luar kegiatan keagamaan, dirinya merasa kasihan dengan polisi yang tenaga sangat terbatas, akan tetapi tugasnya cukup berat karena yang ditangani cukup besar, sehingga dirinya terpanggil untuk terjun langsung bantu mengatur arus lalin.
Dirinya juga meminta relawan relawan NU untuk mengambil peran di kesempatan seperti ini. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh relawan antara lain membuka pos kesehatan, area transit untuk istirahat, membantu pos informasi dan lain lain.
Habib Luthfy memberikan apresiasi kepada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang buka posko di Gedung NU lama Jalan Jendral Sudirman dan Gerakan Pemuda Ansor yang membuka posko arus mudik di Masjid As Syuhada bekerjasama dengan Lembaga Takmir Masjid NU.
Sayang, penyamaran Habib Luthfy terdeteksi oleh sekelompok anak muda yang sedang lewat di depan monumen menggunakan sepeda ontel keliling Kota Pekalongan dan tiba tiba saja berhenti bersalaman dan meminta foto bersama.
Redaktur   : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz P
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua