Harlah Ke-70 Sarbumusi, Gus Yahya: Bawa Dakwah dan Perjuangkan Hak Buruh
NU Online · Sabtu, 27 September 2025 | 19:30 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan ucapan selamat atas hari lahir ke-70 Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi).
Menurut Gus Yahya, keberadaan organisasi buruh di lingkungan NU tersebut memiliki misi penting dalam mengabdi kepada kepentingan kaum buruh sekaligus membawa dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
“Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, saya mengucapkan selamat hari lahir ke-70 kepada Sarikat Buruh Muslim Indonesia Sarbumusi,” ujar Gus Yahya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
Gus Yahya menegaskan, misi pokok NU sejak awal adalah dakwah dan khidmah. Dengan demikian, Sarbumusi yang lahir dari rahim NU juga memiliki peran yang sama, yakni menghadirkan dakwah Islam dan pengabdian bagi hajat kaum buruh.
“Keberadaan Sarbumusi di tengah kalangan buruh adalah juga untuk membawakan dakwah dan berkhidmat kepada hajat kaum buruh, kepada kepentingan kaum buruh,” ungkapnya.
Ia berharap, Sarbumusi tidak hanya mengayomi para anggotanya, tetapi juga menjadi penggerak bagi buruh secara umum dalam mengembangkan budaya sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Organisasi itu Gus Yahya harap mampu memperjuangkan hak dan kebutuhan buruh sehingga mereka semakin berdaya.
“Semoga dengan dua misi besar itu, Sarbumusi dapat mengajak kalangan buruh, bukan hanya anggota-anggotanya saja, tapi kaum buruh pada umumnya, untuk mengembangkan budaya khususnya yang sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sehingga menjadi lebih berdaya,” jelas Gus Yahya.
Gus Yahya menegaskan doa dan apresiasinya terhadap kiprah Sarbumusi yang kini berusia tujuh dekade.
“Selamat, Mabruk Alfa Mabruk” pungkasnya.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua