Hasyim Menilai Konflik di DPR Berpotensi Menggoyang Jokowi
NU Online · Kamis, 30 Oktober 2014 | 19:02 WIB
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam KH Hasyim Muzadi berharap konflik yang terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera diakhiri. Jika konflik diterus-teruskan akan berpotensi menggoyang pemerintahan Presiden Joko Widodo.<>
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu memita semua anggota DPR yang dipilih dan memegang amanat rakyat bisa menahan diri.
“DPR harus menahan diri. Jika jika konflik diteruskan maka akan menyebabkan konflik konstitusi. Kalau sudah konflik konstitusi maka akan menggoyang rezim yang ada sekarang,” kata Hasyim menjawab pertanyaan wartawan usai pembukaan seminar internasional di Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Kamis (30/10).
“Kalau konflik diterus-teruskan maka keadaannya akan menjadi semakin tidak karu-karuan dan asing akan masuk,” tambahnya.
Ia berharap berbagai elemen yang memegang fungsi kontrol untuk DPR, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat memerankan fungsinya. “KPK mestinya juga melakukan clearing di legislatif, tidak hanya eksekutif,” katanya.
Seperti diwartakan, persaingan partai politik dalam Pilpres berlanjut di DPR. Kursi kepemimpinan DPR dan komisi-komisi berhasil disapu bersih oleh kubu partai politik yang kalah pilpres. Puncaknya, sempat terjadi insiden banting meja dan telah dibentuk pimpinan DPR tandingan oleh partai politik pendukung pemerintah.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indarparawansa meminta DPR berkaca kepada Dewan Perwakilan Daerah yang telah menyelesaikan pemilihan pemimpin dan kelengkapannya tanpa gejolak.
“Di DPD komite-komite telah terbentuk tiga minggu yang lalu. Saya berharap sinergi yang ada di DPD ini menular ke DPR. DPD sudah baik dan bisa bersinergi. Saya harap DPR juga begitu,” katanya. (A. Khoirul Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua