Indonesia Butuh Kemandirian Masyarakat Hadapi AFTA
NU Online Ā· Jumat, 8 Mei 2015 | 05:20 WIB
Kudus, NU Online
Tepat Desember 2015 nanti, pelbagai negara yang tergabung dalam ASEAN akan memasuki era perdagangan baru. Asean Free Trade Area (AFTA) merupa wujud dari kesepakatan ASEAN untuk membentuk kawasan perdagangan bebas dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi dan menciptakan pasar regional Asia Tenggara.<>
Abdul Jalil, Pengurus Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama Ā (Lakpesdam NU) memperingatkan akan kedatangan AFTA ini.Ā
āDapat dikatakan bahwa posisi Indonesia belum terlalu siap. Namun sekarang bukan waktunya lagi mempertanyakan kesiapan Indonesia, apalagi mengeluh. Siap atau pun tidak siap, Indonesia tidak bisa lari dari kenyataan penerapan perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara mulai Desember 2015,ā ujar Jalil dalam penyampaian materinya pada diskusi ilmiah yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) di Kudus, Jawa Tengah pada akhir pekan lalu.
Abdul Jalil mengatakan, bahwa masyarakat sejak dini penting berpikir inovatif dan kreatif untuk menyambut arus baru perekonomian yang hingga kini masih tampak menegangkan itu. Menurutnya, kemandirian mutlak dilakoni oleh masyarakat kita.
āOrang yang kreatif pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin, dan dapat melakukannya dengan cara menyimpang dari cara-cara tradisional. Proses kreatif melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga, tapi dapat diimplementasikan. Cara berpikir dan bertindak inilah yang akhirnya menjadikan seseorang mandiri,ā papar Dosen di Jurusan Syariāah STAIN Kudus ini.
āOleh sebab itu, individu yang mandiri adalah individu yang berani mengambil keputusan yang dilandasi oleh pemahaman akan segala konsekuensi dari tindakannya. Sehingga kemandirian merupakan kekuatan internal individu yang diperoleh melalui proses individualisasi, yaitu proses realisasi kedirian dan proses menuju kesempurnaan,ā lanjut Jalil.
Dalam agenda yang diadakan tepat di hari Pendidikan Nasional tersebut, PPQ sengaja mengambil tema bertajuk Menyiapkan Sumber Daya Kompetitif Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Selain dihadiri oleh anggota PPQ, diskusi tersebut juga mengundang tamu para pelajar dari madrasah-masrasah lain di Kudus. (Istahiyyah/Fathoni)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
5
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
6
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
Terkini
Lihat Semua