Kaleidoskop 2019: Warga NU Jelajahi Afrika dengan Sepeda
NU Online · Selasa, 31 Desember 2019 | 16:52 WIB
Hakam berangkat dari Jakarta ke Kairo dengan menggunakan pesawat Etihad, Selasa (17/12) pukul 17.35. Dalam jadwal penerbangannya, ia mampir terlebih dahulu ke Abu Dabi, kemudian lanjut ke Kairo. Dalam jadwal, tiba di ibu kot Mesir, pukul 05.15.
Di bandara Soekarno Hatta, anggota Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang ini, hanya diantar tiga orang temannya, istrinya Rofingatul Islamiyah dan anaknya yang berusia 18 bulan, Mukafiha Nur Hakam. Hakam ke salah satu negara di Afrika tersebut untuk menjalankan misinya, memperkenalkan Islam Indonesia dan mengunjungi rumah-rumah ibadah bersejarah, tidak hanya Islam, tapi berbagai agama.
Tidak hanya Mesir, tapi ke 13 negara lain. Negara-negara tersebut adalah Mesir, Sudan, Ethiopia, Kenya, Uganda, Rwanda, Tanzania, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan.
Hakam Mabrur adalah warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berat badannya 48 kg, sementara tingginya 160 cm. Sebagai warga NU, untuk menjalankan cita-citanya, ia meminta doa orang tua dan kiai. Pada bulan Oktober lalu, ia meminta doa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis malam (10/10).
Ia sejatinya akan berangkat pada bulan itu juga. Namun urung karena tak kunjung mendapat izin dari satu negara. Ia menunggu, dan mendapat izin pertengahan Desember ini. Perjalanan Hakam akan berakhir di Afeika Selatan. Di negara tersebut, ia akan berziarah ke makam Syekh Yusuf Makassari. Meskipun jenazahnya telah dipindahkan ke Indonesia, dia akan tetap ke tempat awal dikebumikannya ulama pejuang tersebut.
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua