Kemenag Pastikan Kesiapan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
NU Online · Kamis, 12 Maret 2026 | 06:30 WIB
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (11/3/2024). (Foto: NU Online/Saiful Amar)
Saiful Amar
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan kesiapan rumah ibadah sebagai tempat istirahat bagi para pemudik pada musim Lebaran 2026. Hal ini dilakukan guna mendorong transformasi peran rumah ibadah agar tidak hanya menjadi pusat ritual, tetapi juga pusat layanan sosial bagi masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan hal tersebut dalam acara ngobrol santai dan buka puasa bersama awak media di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (11/3/2024).
"Masjid tidak hanya tempat ibadah, tapi ada peran sosial di sana. Masjid mengambil peran dalam menyukseskan mudik lebaran," ujar Kamaruddin di hadapan para jurnalis.
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin menekankan bahwa keberagamaan masyarakat harus didorong agar lebih produktif dan memiliki dampak sosial yang nyata (socially impactful). Menurutnya, agama tidak boleh hanya berhenti pada urusan akidah atau moralitas personal.
“Agama itu harus dirasakan dampaknya secara sosial, harus mencerahkan dan memberikan solusi. Program Masjid Ramah Pemudik ini adalah salah satu bentuk nyata dari peran tersebut,” tegasnya.
Baca Juga
Ini Lafal Niat Shalat Tahiyyatul Masjid
Ia menambahkan bahwa selama ini urusan mudik seringkali hanya dilihat dari sisi perhubungan dan keamanan kepolisian. Namun, Kemenag ingin ikut berkontribusi dengan menggerakkan potensi masjid-masjid di sepanjang jalur mudik.
Sebagai bagian dari program unggulan Kemenag, sebanyak 7.487 rumah ibadah di seluruh Indonesia telah disiapkan sebagai tempat istirahat gratis bagi pemudik. Layanan ini akan tersedia selama 24 jam penuh selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Data Kemenag merinci rumah ibadah yang berpartisipasi terdiri dari 6.859 masjid, 106 Gereja Kristen, 477 Gereja Katolik, dan 45 Rumah Ibadah Buddha.
“Kita ingin berperan dengan meng-engage teman-teman di masjid dan rumah ibadah lainnya untuk berkontribusi bersama dalam melayani pemudik,” pungkas Prof. Kamaruddin sebelum menutup sesi bincang tersebut untuk menghadiri agenda lainnya.
Program ini diharapkan dapat membantu para pemudik yang menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan tempat istirahat yang aman dan layak, sehingga angka kecelakaan akibat kelelahan dapat ditekan.
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
3
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Urutan Bulan Haram, Mana yang Pertama?
4
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Gus Yahya Pilih Jaga Jarak atas Kasus Gus Yaqut, Tak Libatkan NU dalam Urusan Keluarga
Terkini
Lihat Semua