Ketapang Macet 50 km, Sarbumusi: Rugikan Sopir Logistik karena Sejumlah Barang Jadi Busuk
NU Online · Jumat, 25 Juli 2025 | 19:00 WIB
Jakarta, NU Online
Kemacetan panjang terjadi sejak 50 km menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi berdasarkan pantauan NU Online di media dan media sosial. Kemacetan panjang ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin meminta semua pihak terkait untuk bergerak cepat mengatasi kemacetan panjang ini.
"Kami mendengar pemerintah sedang melakukan pengetatan inspeksi kelayakan kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sebagai impas karamnya kapal beberapa minggu lalu. Laporan yang kami dapatkan, dari 15 kapal yang biasa beroperasi, per hari kemarin hanya enam saja yang diizinkan operasional. Hal ini menjadi penyebab terjadinya penumpukan truk-truk logistik hingga 50 km menuju pelabuhan," jelasnya kepada NU Online pada Jumat (25/7/2025).
Ditanya terkait harapannya kepada pemerintah, Irham meminta pemerintah untuk segera tanggap dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna meminimalisasi dampak terhadap berbagai aspeknya.
"Seharusnya kejadian seperti ini tidak boleh terjadi. Sopir-sopir logistik anggota kami ada yang sudah menunggu penyeberangan tiga hari bahkan satu minggu. Sebagian anggota kami mengangkut sayuran dan tentu sudah busuk. Ini benar-benar menyedihkan," tutur Irham.
Presiden Sarbumusi juga meminta agar mengevaluasi kinerja Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
"Kami meminta dengan hormat Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Menko IPK dan Menhub bilamana diperlukan. Kondisi ekonomi negeri ini sedang lesu banget, jangan diperparah dengan kinerja para pembantu presiden yang tidak peka dan tanggap persoalan," pinta Irham.
Kebingungan dan lemas
Sementara itu, Ketua Umum RBPI Ika Rostianti mengaku sedang perjalanan menuju Banyuwangi untuk memantau kondisi lapangan secara langsung.
"Banyak laporan yang masuk ke kami maupun Sarbumusi. Anggota kami sudah menunggu menyeberang satu minggu. Mereka kebingungan dan lemas karena barang yang diangkut busuk bahkan hilang nilai ekonominya," tutur Ika.
Pihaknya menyayangkan tindakan pendekatan pemerintah yang reaktif seperti ini dan di sisi lain tidak punya plan B.
"Seharusnya pekerjaan inspeksi adalah tugas rutin. Bila dari belasan kapal kemudian hanya enam yang dinyatakan sehat, berarti Kemenhub selama ini tidak menjalankan fungsinya dengan benar. Kami benar-benar frustasi atas hal ini," tukas Ika.
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua