Ketua PBNU: Dakwah Harus Mengutamakan Kelembutan dan Adab
NU Online · Rabu, 4 Desember 2024 | 20:15 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur). (Foto: dok. istimewa)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Belakangan publik digemparkan cuplikan video yang menampilkan Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) sedang berceramah. Dalam cuplikan itu Gus Miftah menghina pedagang es teh Bernama Sonhaji yang tengah menjajakan es teh keliling ke jamaah.
Merespons peristiwa itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) menuturkan, sebaiknya ceramah dilakukan dengan bahasa yang santun. Selain itu, konteks para jamaah juga harus diperhatikan.
"Pada dasarnya dakwah harus mengutamakan kelembutan dan adab sebagaimana tauladan Rasulullah saw," kata Gus Fahrur kepada NU Online, Rabu (4/12/2024).
Menurut Gus Fahrur, peristiwa tersebut menelurkan sejumlah hikmah yang bisa dipelajari. Seorang penceramah dituntut untuk bisa menakar dan membedakan situasi lawan bicara. Hal ini, sambungnya, dalam rangka mengantisipasi kegaduhan sekaligus berempati terhadap orang lain.
"Kasus ini menjadi pelajaran bagi mubalig lainnya agar lebih berhati-hati dalam bercanda agar tidak menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan orang lain," paparnya.
Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Malang itu menganjurkan agar ketika berdakwah, para dai menghayati akhlak seperti menjaga konsistensi perkataan dan perbuatan, bersikap lemah lembut, pemaaf, musyawarah, tawakal dan tawadhu'. Hal ini sebagaimana terangkum dalam QS. Ash-Shaaf ayat 2-3, QS. Ali Imran ayat 159 dan QS. Al-Furqan ayat 63.Â
Gus Fahrur mengingatkan kepada masyarakat agar ketika merespons segala peristiwa perlu bersikap teliti. Ia juga mengimbau agar tidak berlarut-larut dalam polemik tersebut.
Adanya peristiwa tersebut mencerminkan kekurangan tiap-tiap manusia yang bersifat niscaya sehingga menjadi ajang untuk saling mengingatkan, saling mendukung dalam kebaikan.
"Mari saling mendukung dan mengingatkan untuk kebaikan dakwah umat Islam," tandasnya.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua