Ketua Umum PBNU: Selamat Berpuasa, Jaga Kerukunan dan Persatuan di Tengah Perbedaan
NU Online · Selasa, 17 Februari 2026 | 20:15 WIB
Afrilia Tristara
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.Â
Ucapan tersebut disampaikan Gus Yahya, sapaan akrabnya, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Selasa petang (17/2/2026), bertepatan dengan pengumuman PBNU terkait Ikhbar Awal Ramadhan 1447 H.
Dalam sambutannya, Gus Yahya mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut bulan penuh berkah ini dengan suka cita dan mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
"Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Selamat menangkup berkah Ramadhan sebesar-besarnya," ujar Gus Yahya.
Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum bagi setiap individu untuk meraih keutamaan dan fadhilah yang sebesar-besarnya. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Gus Yahya mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik serta kebersihan hati selama menjalani ibadah di bulan suci.
"Kita jaga kesehatan kita, kita jaga kebersihan hati kita. Semoga kita semua mendapatkan karunia memasuki Idulfitri yang akan datang sebagai manusia-manusia baru, hamba-hamba yang terlahir kembali dengan bersih," tuturnya.
Meneguhkan Mazhab, Menghormati Perbedaan
Dalam kesempatan yang sama, Ketum PBNU juga menyoroti potensi perbedaan di masyarakat terkait penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawal yang kerap muncul.Â
Menyikapi hal tersebut, Gus Yahya menegaskan komitmen NU untuk tetap berpegang teguh pada metode yang diyakini, sekaligus mengimbau agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.
"Terkait dengan kenyataan bahwa masih ada perbedaan di dalam masyarakat mengenai penentuan awal bulan, khususnya bulan Ramadhan dan Syawal ini, kita tetap menegaskan keteguhan kita dalam memegangi pandangan mazhab empat di dalam fiqih untuk menentukan awal bulan," tegasnya.
"Kita tidak perlu memperuncing masalah dengan siapa pun yang memiliki pandangan berbeda," ujarnya.
Pernyataannya tersebut menyoroti pentingnya sikap konsisten dalam bermazhab. Namun, ia juga mengimbau agar perbedaan metode penetapan ini tidak direspons secara konfrontatif. Gus Yahya meminta semua pihak untuk saling rukun dan tetap menjaga persatuan.
"Yang penting kita menegaskan sikap kita, keteguhan kita dalam bermazhab, dan menegaskan bahwa dalam keyakinan kita, memang kita menjalankan syariat dengan mengikuti mazhab para imam yang mu'tabar," imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Gus Yahya kembali menyampaikan doa dan harapannya bagi seluruh bangsa Indonesia.
"Sekali lagi selamat menjalankan ibadah puasa, selamat memasuki Ramadan. Semoga berkah Allah untuk kita semua dan untuk segenap bangsa Indonesia. Amin," pungkas Gus Yahya.
Terpopuler
1
LF PBNU: Hanya Amerika Utara Berpotensi Mulai Puasa 18 Februari 2026
2
Kemenag dan BMKG Siapkan 133 Titik Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1447 H
3
Perhitungan Hisab Kemenag, Hilal Ramadhan 1447 H di Bawah Ufuk
4
Meski Hilal di Bawah Ufuk, LF PBNU Imbau Perukyah NU Laksanakan Rukyatul Hilal Besok
5
Doa Rasulullah saw Mengawali Bulan Ramadhan
6
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026
Terkini
Lihat Semua