Ketum PBNU: Kiai Adib Mewakafkan Diri untuk Jam'iyyah dan Jamaah
NU Online · Senin, 1 Juni 2026 | 17:30 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah) saat mendoakan Almarhum KH Adib Rofiuddin Izza di RS Harapan Kita Jakarta, Senin (1/6/2026). (Foto: Instagram Yahya Cholil Staquf)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan duka cita atas wafatnya Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza.
Gus Yahya menyebut sosok Kiai Adib sebagai seorang ulama yang mewakafkan diri untuk kemaslahatan jam'iyah dan jamaah.
"Beliau figur kiai yang sudah mewakafkan diri untuk jam'iyah dan jamaah meski dalam kondisi tubuh yang bahkan masih melawan sakit," katanya melalui media sosialnya sebagai keterangan foto saat bertakziyah di Rumah Sakit Harapan Kita pada Senin (1/6/2026).
Gus Yahya mengaku sudah mengenal sejak lama. Sebab, keluarga Pondok Buntet Pesantren sejak KH Abbas Abdul Jamil sudah berkarib dengan kakeknya, KH Bisri Mustofa. Saat menuju medan pertempuran Perang Surabaya pada 10 November 1945, Kiai Abbas sempat singgah di kediaman kakeknya di Rembang, Jawa Tengah.
"Hal ini sudah terwarisi sejak lama, sejak era eyang kami, Simbah KH Bisri Mustofa dan Simbah Kiai Abbas Buntet, ditandai dengan pertempuran 10 November di Surabaya, di mana Kiai Abbas sempat singgah sejenak di Leteh. Rabithah ini terus bersambung erat hattal 'ān (sampai sekarang)," lanjutnya.
Oleh karena itu, Gus Yahya beberapa menyempatkan diri sowan Kiai Adib di kediamannya di Buntet Pesantren. Bahkan pertemuan terakhirnya terjadi pada pertengahan Mei 2026 lalu saat ia berkunjung usai mengisi PMKNU di Cirebon.
"Maka ketika terakhir kali sowan Kiai Adib di Buntet awal (pertengahan, penulis) Mei yang lalu, saya seperti pulang ke rumah," katanya.
Gus Yahya berharap segala khidmah Kiai Adib dapat Allah swt terima. " Semoga khidmah dan perjuangan KH Adib Rafiuddin Izza diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'alla. Amīn yā rabbal'ālamīn," harapnya.
"Sugeng tindak kiai. Swargi langgeng kiai," pungkasnya.
Sebagai informasi, Kiai Adib meninggal dunia di RS Harapan Kita Jakarta apda Senin (1/6/2026) pukul 08.55 WIB. Kiai Adib merupakan salah satu Rais Syuriyah PBNU.
Almarhum dikebumikan di Komplek Pemakaman Gajah Ngambung Buntet Pesantren pada pukul 16.00 WIB. Ribuan orang menghadiri pemakamannya. Hadir pula Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani.
Terpopuler
1
Innalillah Sesepuh Buntet Pesantren dan Rais Syuriyah PBNU KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia
2
Prabowo Instruksikan Belajar Bahasa Prancis, P2G Minta Tidak Bebankan Guru dan Siswa
3
Mobile Crisis Rescue, Respons Cepat Tanggap Kedaruratan Kemenhaj di Mina
4
Uni Eropa Soroti Meningkatnya Pengusiran Paksa Warga Palestina di Yerusalem Timur
5
Baitul Asyi Salurkan Rp51,5 Miliar untuk Jamaah Haji Aceh, PWNU: Warisan Wakaf Habib Bugak yang Harus Dijaga
6
Pemulangan Jamaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026
Terkini
Lihat Semua