KH Ma’ruf Amin Harap AHWA Diisi Kiai Berkapasitas, Hindari Politik Uang, Jaga Marwah NU
NU Online · Senin, 24 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) merupakan lembaga penting karena memiliki tugas memilih Rais Aam PBNU yang dinilai sebagai sosok kiai terbaik. Ia menginginkan agar anggota AHWA harus dipilih dari kalangan kiai yang memiliki kapasitas untuk menentukan sosok yang terbaik.
Kiai Ma'ruf menyampaikan hal tersebut dalam tayangan Menjadi Indonesia Episode 48 dengan tema Di Balik Turun Gunungnya Kiai-kiai Sepuh Jelang Muktamar Ke-35 NU yang telah tayang perdana pada Ahad (23/8/2026).
"AHWA itu kan lembaga yang nantinya ditugaskan memilih Rais Aam. Rais Aam itu kiainya kiai, orang yang terbaik, kiai yang terbaik," kata Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia ke-13 yang dipandu Pemimpin Redaksi NU Online Ivan Aulia Ahsan.
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Kiai Ma'ruf mengungkapkan bahwa AHWA tengah dicanangkan sebagai lembaga dapat berperan yang melakukan islah dzatil bain atau mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik. Ia menyebut, AHWA dapat dikembangkan menjadi Majelis Tahkim yang memiliki fungsi penyelesaian konflik internal NU.
"Jadi, bukan hanya ahlul ikhtiar, tetapi juga istilahnya ahlul himayah wal islah wa tahkim. Itu sudah mulai muncul usulan-usulan itu," katanya.
Hindari Politik Uang
Kiai Ma'ruf menilai keberadaan AHWA menjadi penting untuk menjaga proses pemilihan Rais Aam dari praktik politik uang. Menurutnya, jika pemilihan anggota AHWA justru dilakukan dengan politik uang, kondisi tersebut akan semakin merusak marwah NU.
"Kalau untuk AHWA-nya menggunakan politik uang, kok malah jadi tambah rusak. Ironis sekali," katanya.
Pilih Sosok Terbaik untuk Jaga Amanah
Kiai Ma'ruf juga mengingatkan pentingnya memilih sosok yang paling utama dan memiliki kapasitas terbaik untuk menduduki suatu jabatan. Ia menilai, memilih orang yang tidak lebih utama ketika terdapat sosok yang lebih baik merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah.
"Kita kan tidak boleh kalau ada yang lebih utama, yang afdhal, tidak boleh mengambil yang tidak utama," jelasnya.
"Siapa yang mengangkat sesuatu tugas, menjabat untuk mengurusi orang Islam itu, amil, padahal ada orang lain yang lebih baik daripada itu, diambil tidak yang lebih baik, dia berkhianat pada Allah, berkhianat kepada Rasul, berkhianat kepada umat," sambungnya.
Dalam konteks NU, ia menilai bahwa tindakan tersebut juga dapat dianggap sebagai pengkhianatan terhadap para pendiri dan muassis NU. "Itu yang mengambil, apalagi kalau mengambilnya itu ditambah adanya uang, wah itu dosanya numpuk. Itu murakab namanya itu," katanya.
Jaga Marwah dan Hindari Provokasi
Karena itu, Ma'ruf mengajak seluruh pihak untuk menjaga marwah NU dan tidak mudah terprovokasi. Ia berharap agar nahdliyin kembali kepada jati diri organisasi dengan menjadi pribadi yang muhsin atau berbuat baik.
Menurutnya, sikap muhsin tercermin dari kesediaan seseorang untuk menyadari kesalahan ketika melakukan perbuatan buruk atau menzalimi diri sendiri. Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur'an Surat Ali 'Imran Ayat 135, orang yang berbuat demikian diingatkan untuk mengingat Allah, memohon ampun atas kesalahannya, dan tidak mengulangi perbuatan tersebut.
"Kalau dia itu melakukan satu perbuatan buruk, atau mendzalimi dirinya sendiri, dia harus ingat pada Allah. Wastaghfaru lidzunubihim dan minta ampun. Walam yushirru ala ma fa'alu dan tidak melanjutkan apa perbuatannya. Ini mumpung belum. Stop, kembali," terangnya.
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
6
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Terkini
Lihat Semua