Khidmah untuk Umat: Kisah Kader NU Jadi Ujung Tombak Penanganan Bencana di Pante Lhong Bireuen
NU Online · Selasa, 10 Maret 2026 | 14:00 WIB
Saiful Amar
Kontributor
Bireuen, NU Online
Menjadi seorang pemimpin desa (Kepala Desa) bukan sekadar jabatan administratif bagi Murjal, seorang kader Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bireuen. Baginya, mandat tersebut adalah bentuk khidmah (pengabdian) tanpa batas, terutama saat ujian melanda warganya.
Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, baru-baru ini terdampak bencana yang menyisakan kesulitan bagi masyarakat setempat. Di tengah situasi sulit tersebut, Murjal turun langsung ke lapangan, memastikan setiap warganya terdampingi dengan baik.
Sebagai sosok yang ditempa dalam tradisi organisasi NU, Murjal menerapkan prinsip kemaslahatan umat dalam memimpin desanya. Saat bencana melanda Pante Lhong, ia segera mengonsolidasikan seluruh perangkat desa dan relawan untuk melakukan langkah-langkah darurat.
"Sebagai kader NU, saya diajarkan untuk hadir di saat umat membutuhkan. Musibah yang menimpa warga Pante Lhong adalah duka kami juga. Fokus utama kami adalah memastikan bantuan sampai dengan cepat dan tepat sasaran," ujar Murjal.
Kehadirannya di tengah warga, mulai dari pendataan rumah yang rusak hingga mendampingi distribusi bantuan, memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang berduka.
Tak hanya soal bantuan fisik, Murjal juga aktif memberikan penguatan mental bagi warga. Gaya bicaranya yang merangkul khas santri membuatnya mampu meredam kepanikan warga pasca-bencana. Ia menjadi penghubung efektif antara pemerintah daerah, lembaga bantuan, dan masyarakat desa.
Aksi nyata yang ditunjukkan oleh Murjal di Pante Lhong dianggap sebagai implementasi dari instruksi PBNU agar setiap kader NU memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya (nafa' li ghairihi). Ketangguhan dan kesigapannya dalam menghadapi bencana menjadi inspirasi bagi kader-kader muda NU lainnya di Kabupaten Bireuen.
Meski tantangan pemulihan pasca-bencana masih berat, sosok pemimpin yang mau "berbasah-basahan" seperti Murjal menjadi harapan bagi bangkitnya kembali kemandirian warga Desa Pante Lhong.
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua