Innalilahi wa inna lilahi rojiun, kabar duka datang dari Pacitan, Jawa Timur, KH Umar Syahid, ulama sepuh dan juga Mustasyar PCNU Pacitan, wafat pada Rabu malam (4/1), pukul 22.55 di RSUD Pacitan.
Kiai yang akrab disapa Mbah Umar Tumbu tersebut wafat dalam usia 114 tahun. Ia merupakan ulama sepuh yang menjadi teladan bagi warga nahdliyin, khususnya di Pacitan.
Mbah Umar merupakan pengasuh Pesantren Nur Rohman, Jajar, Donorojo. Pada masa remajanya, ia nyantri di Pesantren Tremas Pacitan dibawah asuhan KH Dimyathi Abdullah.
"Insyallah beliau merupakan salah satu santri sepuh (yang masih ada) dari muridnya Mbah Dimyathi," kata Gus Mu'adz Harits Dimyathi, salah satu Pengasuh pesantren Tremas kepada NU Online, Kamis (5/1) dini hari.
Mbah Umar dikenal sebagai figur kiai yang yang dermawan, lemah lembut dan menjadi azimat bagi masyarakat Pacitan.
"Mbah Kiai Umar, itu termasuk minal muqorrobin ilallah (orang yang dekat dengan Allah) dan menjadi Azimatnya warga Pacitan dan kaum Muslim Indonesia pada umumnya," tutur Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat bersilaturahmi di kediaman beliau di Pacitan, tahun 2010 silam.
Kecintaanya pada NU dibuktikan dengan istiqamahnya yang selalu hadir dalam tiap acara pengajian atau acara keagamaan yang digelar oleh NU atau pesantren. Dan selalu menunggui hingga acara selesai.
Tiap hari, kediamannya tidak pernah sepi dari para tamu yang sowan meminta nasehat atau doa darinya. Karena itulah ia dikenal sebagai kiai pelayan umat.
Dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu karena ketika remaja berprofesi sebagai penjual tumbu (wadah dari anyaman bambu) dengan berjalan kaki sembari berdakwah kepada masyarakat. Dakwahnya dilakukan selama puluhan tahun. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua