Kiai Said: NU Bisa Jadi Kiblat Peradaban Dunia Islam
NU Online · Sabtu, 21 September 2019 | 03:15 WIB
“Pleno ini akan menjadi titik tolak menghadapi muktamar yang akan datang. Tunjukkan (bahwa) NU semakin bermartabat, semakin berbudaya, semakin eksistensi, diakui dunia menjadi kiblat di mana pun berada,” kata Kiai Said di tengah-tengah Rapat Pleno PBNU yang diselenggarakan di Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (21/9) malam.
Apalagi, kata Kiai Said, ulama di Indonesia mampu bersatu di dalam berbagai perbedaan. Sebaliknya, sekalipun secara individu banyak yang pintar, tapi ulama-ulama di Timur Tengah susah untuk disatukan.
“Kita mampu menjaga identitas kita Islam ahlussunnah wal jamaah karena kita memang menjadi benteng terakhir moderasi, toleransi Islam di dunia ini,” ucap pria yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.
Ia juga menyinggung tesis ilmuwan politik dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, Samuel P Huntington yang menyatakan dalam bukunya, The Clash of Civilization and the Remaking of World Order (1996) bahwa paska perang dingin, agama dan kebudayaan menjadi sumber konflik.
Menurut Kiai Said, tesis tersebut sangat tidak tepat jika dialamatkan untuk Indonesia. Sebab di Indonesia, warganya satu sama lain mampu menghormati kebudayaan, menghargai perbedaan, dan bersikap toleran.
“Di Indonesia berbagai budaya, berbagai suku, berbagai agama tidak menjadikan faktor perpecahan justru indahnya beragam, indahnya kebhinekaan yang kita banggakan yang kita eluh-eluhkan kepada dunia internasional,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pembukkan Rapat Pleno PBNU 2019 sendiri adakan Pada forum tersebut dihadiri sejumlah pengurus syuriyah, tanfidziyah
Sebagaimana diketahui, Rapat Pleno PBNU 2019 yang diselenggarakan pada 20-22 September 2019 itu dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Indonesia terpilih KH Ma’ruf Amin pada Jumat siang.
Pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk yang dilakukan Kiai Ma’ruf Amin dan didampingi Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Nasional Rapat Pleno PBNU 2019 KH Abdul Manan Ghani, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, dan Pengasuh Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin.
Pewarta: Husni Sahal
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua