Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap warga NU Jawa Timur mampu menghasilkan pemimpin dengan latar belakang Nahdliyyin dalam Pilgub Jatim yang berlangsung pada tahun 2013 mendatang.
<>
“NU harus ada yang jadi lurah sampai dengan presiden, apalagi di Jawa Timur karena disana NU mayoritas,” katanya.
Namun, ia menegaskan, NU sebagai institusi tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik. “Jadi dalam pencalonannya tidak boleh menggunakan tanda tangan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah untuk memperoleh dukungan,” paparnya.
Tugas dan peran NU sebagai sebuah organisasi, lebih besar daripada sekedar alat untuk mencari rebutan jabatan. Politik NU adalah politik kebangsaan untuk menjaga cita-cita dan semangat bangsa yang mana NU merupakan salah satu founding fathernya.
Ia menambahkan, di NU tidak kekurangan calon pemimpin karena telah terjadi proses pengkaderan pemimpin di lingkungan NU dari tingkat pelajar. “Para pemimpin NU merupakan orang yang telah terbiasa memimpin orang banyak, jadi siap untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat,” tandasnya.
Saat ini terdapat dua orang kader NU yang digadang-gadang menjadi calon dalam Pilgub Jatim, yaitu Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Mantan Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf. Sejauh ini belum ada keputusan partai mana yang akan mengusungnya.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua