Kiai Said Tegaskan Jadi Umat Moderat Butuh Kecerdasan
NU Online · Sabtu, 8 Februari 2020 | 12:45 WIB
"Maka bisa moderat kalau cerdas," kata Kiai Said saat menjadi pembicara kunci dalam Simposium Nasional Islam Nusantara yang diselenggaralan Fakultas Islam Nusantara (FIN) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2).
Dalam konteks Indonesia, Wali Songo berhasil membangun prinsip-prinsip wasatiyah atau moderat, yakni dengan membangun hubungan yang harmonis antara akidah, syariat, dan budaya setempat yang tidak bertentangan dengan syariat.
Bahkan, sambung Kiai Said, Wali Songo menjadikan budaya sebagai insfrastruktur agama sehingga mampu menarik perhatian masyarakat yang belum masuk Islam menjadi Muslim.
"Ini luar biasa. Kalau gak cerdas gak mungkin," ucap kiai alumnus Universitas Ummul Qura Mekkah, Arab Saudi itu.
Warisan dari Wali Songo itu dilanjutkan oleh ulama setelahnya, termasuk oleh Pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari dalam membela tanah air dengan jargon hubbul wathon minal iman.
Lebih lanjut, katanya, Mbah Hasyim Asy’ari menyatakan bahwa barang siapa meninggal karena membela negaranya, maka meninggal dalam keadaan syahid.
"Mati dengan semangat nasional itu syahid. Ini ijtihad Mbah Hasyim," ucap kiai yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu.
Selain Kiai Said, simposium yang mengusung tema 'Islam Nusantara dan Tantangan Global' ini diisi oleh para pakar di bidangnya masing-masing. Mereka ialah KH Yahya Cholil Staquf, Prof Azyumardi Azra, Fachry Ali, KH Ng Agus Sunyoto, Prof Susanto Zuhdi, dan Ahmad Suaedy.
Pewarta: Husni Sahal
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua