Nasional

Kini Giliran MUI Luncurkan Gerakan Pesantren Aman untuk Lindungi Santri

NU Online  ·  Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Kini Giliran MUI Luncurkan Gerakan Pesantren Aman untuk Lindungi Santri

MUI Luncurkan Pesantren Aman Himayatu Tholabah di Ponpes Asshidiqiyah Kedoya Jakarta pada Kamis (22/10/2026) malam. (Foto: Dok. MUI)

Jakarta, NU Online

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan gerakan Pesantren Aman Himayatu Thalabah untuk memperkuat perlindungan santri dari berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.


Peluncuran gerakan tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta, Kamis (22/10/2026) malam.


Peluncuran ditandai dengan penabuhan rebana oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman serta jajaran pengurus MUI Pusat.


Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Basnang Said, mengatakan Himayatu Thalabah merupakan skema perlindungan bagi santri di Indonesia. Melalui gerakan ini, MUI menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak yang menempuh pendidikan di pesantren.


Basnang menegaskan bahwa pesantren harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri. Karena itu, segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun seksual, harus dicegah agar tidak terjadi di lingkungan pesantren.


“Tidak ada kekerasan fisik, tidak ada kekerasan seksual. Yang ada adalah ruang aman dan nyaman bagi yang tinggal di pesantren,” kata Basnang dalam laporannya.


Sementara itu, Menko Polkam Dudung Abdurachman berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk menjaga akhlak umat Islam.


Menurut Dudung, ajaran Islam tidak hanya berkaitan dengan syariat dan akidah, tetapi juga menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


“Harapan untuk Hari Santri, bahwa umat Islam semoga akhlaknya akan terpelihara. Karena di dalam Islam itu kan ada tiga, yang pertama syariat, akidah, dan akhlak,” kata Dudung.


Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap peringatan Hari Santri dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan pesantren di Indonesia.


Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehingga keberadaannya perlu dipahami dan didukung oleh berbagai kalangan.


“Semoga kita menjadi semakin sadar bahwa pondok pesantren itu memang sangat diperlukan di negeri ini oleh semua pihak,” ujar Nasaruddin.


Penguatan perlindungan santri dari kekerasan sebelumnya juga digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak.

 

Gerakan yang diluncurkan di Pesantren Darul Mughni, Bogor, pada Senin (18/5/2026) itu bertujuan memperkuat komitmen dan sinergi kebijakan perlindungan anak serta mendorong terwujudnya lingkungan pesantren yang aman, sehat, dan ramah anak. 


Gerakan tersebut dijalankan PBNU melalui Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) dan Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren. Sejumlah upaya yang didorong meliputi penguatan kebijakan perlindungan santri, pelatihan bagi pengasuh dan tenaga pendidik, edukasi mekanisme pengaduan, serta pelibatan santri dan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang