Kita Sebenarnya Gagal Menicintai Al-Qur’an
NU Online · Selasa, 17 Desember 2013 | 18:12 WIB
Sukoharjo, NU Online
“Kita sebenarnya telah gagal menicintai Qur’an,” kata peneliti tafsir lokal IAIN Surakarta, Islah Gusmian, M.Ag, pada seminar bertema “Generasi Muda Gemilang Masa Depan, Cinta Rosul, Cinta Qur’an”di IAIN Surakarta, pada (12/12).
<>
Menurut Islah, kini Al-Qur’an hanya menjadi barang simpanan di dalam lemari sehingga kotor dan berdebu.
Mantan Pengurus Lakpesdam-NU DIY tersebut juga mengkritik semangat untuk mempelajari Al-Qur’an, kini juga semakin menurun. “Geliat mempelajari Al-Qur’an di era global ini kendor, bahkan hilang di kampus Islam,” ungkapnya.
Islah bersama dua narasumber lain, Ahmad Hafidh, M.Ag. (A’wan Syuriyah NU Sukoharjo) dan Ahmad Hudaya, M.Ag. (NU Karanganyar), menjadi pembicara pada seminar yang digelar JQH (Jami'yyatul Qurra wal-Huffadz) Al-Wustho IAIN Surakarta.
Menurut ketua JQH Al-Wustho, Abdul Ghofur, acara ini bertujuan untuk menanamkan kepada jiwa generasi muda utamanya mahasiswa untuk senantiasa mempertinggi rasa mahabbah-nya kepada Rasulullah dan senantiasa mempelajari Al-Qur’an untuk menjadi generasi yang Qur’ani. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua