Kunjungi PBNU, Dubes Palestina Sampaikan Apresiasi atas Dukungan Indonesia
NU Online · Rabu, 25 Februari 2026 | 19:10 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Dubes Palestina untuk Indonesia Abd Fattah AK Al Sattari di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Foto: NU Online/Amar)
Afrilia Tristara
Kontributor
Jakarta, NU Online
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah AK Al Sattari melakukan kunjungan perdana ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Kedatangannya disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, dan Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil). Kunjungan ini menjadi agenda diplomatik Dubes Al Sattari dengan lembaga non-pemerintah di Indonesia setelah resmi menjalankan tugasnya.
Kedatangan Dubes Al Sattari ke PBNU memiliki beberapa agenda utama. Selain untuk bersilaturahmi, ia juga memperkenalkan diri sebagai diplomat baru yang menggantikan Zuhair Al Shun yang telah bertugas selama delapan tahun di Indonesia.
"Hari ini saya datang untuk mengunjungi PBNU karena saya ingin mengucapkan Ramadan Mubarak untuk semua orang Indonesia, Presiden Republik Indonesia, pemerintah, dan semua orang Indonesia. Saya datang ke sini untuk melawat Nahdlatul Ulama karena saya ingin memberikan mereka penghormatan," ujar Dubes Al Sattari dalam wawancara usai pertemuan.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Duta Besar yang berasal dari Gaza itu menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa bangsa Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Ia mengaku tidak menyangka akan merasakan langsung besarnya kecintaan masyarakat Indonesia kepada Palestina setelah tiba di Tanah Air.
"Dia mengatakan bahwa saya ingin menjadi bagian dari keluarga Indonesia. (menurutnya) Dia tidak sekedar duta besar Palestina untuk Indonesia, tapi juga secara tidak langsung duta Indonesia untuk Palestina," ungkap Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menirukan pernyataan Dubes Al Sattari.
Salah satu poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah soal rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia. Menurut Gus Ulil, Dubes Al Sattari menyambut baik inisiatif pemerintah Indonesia dan menyampaikan usulan penting terkait teknis pelaksanaannya.
"Ya beliau menyampaikan beberapa pesan kepada Ketum, kepada Gus Yahya. Dia senang dengan inisiatif pemerintah Indonesia mengirim pasukan perdamaian. Dia mengusulkan agar pemerintah Indonesia berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah Mesir karena nanti pasukan ini kira-kira akan ditempatkan di Rafah," jelas Gus Ulil.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Dubes Al Sattari juga menyampaikan situasi terkini di Palestina selama bulan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa serangan masih terus terjadi setiap hari, baik di Gaza maupun Tepi Barat, yang menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi rakyat Palestina.
Dubes Al Sattari berharap kerja sama antara Palestina dan PBNU dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia pun menegaskan komitmennya untuk bersama-sama dengan PBNU melakukan yang terbaik bagi Indonesia dan Palestina.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak-banyak karena saya datang ke sini dan saya pikir kita bisa bekerja bersama di masa depan untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Palestina," tutup Dubes Al Sattari.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
5
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
6
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
Terkini
Lihat Semua