LBM PBNU Bahas Fiqih Orang dengan Gangguan Jiwa dan Psikososial
NU Online · Rabu, 7 Oktober 2020 | 11:30 WIB
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Jakarta, NU Online
Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) membahas fiqih disabilitas mental atau fiqih psikososial, Kamis (8/10) siang. LBM PBNU menggelar secara daring forum bahtsul masail atas kerja sama dengan Lakpesdam PBNU dan YAKKUM Yogyakarta.
“Besok Kamis 8 Oktober kita selesaikan pembahasan fiqih disabilitas mental,” kata Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna.
Forum bahtsul masail ini akan dihadiri oleh pengurus Syuriyah PBNU, pengurus LBM PBNU, LK PBNU, sejumlah LBM PWNU, Kemenko PMK, Koalisi Nasional, YAKKUM Yogyakarta, PPDI, Perhimpunan Jiwa Sehat, dan lain sebagainya.
Forum bahtsul masail ini akan membahas status ubudiyah (ibadah shalat, puasa, haji, muamalah (jual beli, nazar, dan lainnya), waris, munakahah (perkawinan, perwalian, kesaksian, talak, fasakh, khulu‘), hak asuh, jinayah (membunuh, membunuh diri, menyakiti) yang dilakukan oleh penyandang disabilitas mental.
Forum LBM PBNU ini membahas pengakuan penyandang disabilitas mental sebagai seorang nabi atau ulama. Kecuali itu, forum ini juga akan membahas diskriminasi dan kekerasan yang dilakukan terhadap penyandang disabilitas mental.
Forum LBM PBNU ini juga akan mengkaji tindakan penelantaran, pemasungan, dan pemaksaan terhadap penyandang disabilitas mental.
Kiai Sarmidi menambahkan, pada 2016 DPR mengesahkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Setelah itu, isu disabilitas mental dan psikososial di Indonesia juga termasuk bagian dari ketentuan undang-undang.
Namun pengabaian, eksklusi sosial, hingga kekerasan terhadap penyandang disabilitas mental dan psikososial masih sering terjadi.
“Efek langsung dari pengabaian kebijakan terhadap penyandang disabilitas mental dan psikososial sangat luas. Rendahnya tingkat pendidikan, keterlibatan dalam dunia kerja, partisipasi sosial dan politik, hingga kesejahteraan ekonomi merupakan cerminan dari pengabaian yang berkepanjangan,” kata Kiai Sarmidi.
Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua