Lesbumi, Kekuatan Budaya NU yang Tumbuh dari Bawah
NU Online · Selasa, 18 Februari 2020 | 12:00 WIB
“Saat mengadakan rakornas pertama, tahun 2015 yang datang 24 orang. Artinya cabang-cabang belum terbentuk, PW (pengurus wilayah) yang ada Yogyakarta yang ikut hadir,” katanya saat pembukaan kaderisasi Lesbumi pertama bernama Asrama Saptawikrama (Astawikrama) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (17/2).
Meski demikian, dengan kesungguhan hati, ia dan pengurus lain, pada rakornas pertama itu melahirkan landasan pergerakan Lesbumi ke depan melalui Saptawikrama,tujuh strategi kebudayaan.
“Jadi, di dalamm pewayangan ada yang disebut trwiwikrama, tiga kekuatan, karena hari ini yang dihadapi adalah kekuatan besar, jadi harus tujuh, saptawikrama, tujuh kekuatan muncul. Yang kita hadapi luar biasa besar harus tujuh kekuatan,” jelasnya.
Pada 2017, Lesbumi mengadakan rakornas kedua di Lamongan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Jawa Timur. Pada saat itu, sudah ada wakil dari Grobogan, Jawa Tengah, dari Yogyakarta, dan Jawa Timur, juga dari Tarakan (Kalimantan Utara) dan Manado (Sulawesi Utara).
Pada 2019, Lesbumi mengadakan rakornas kembali di Kediri. Pada saat itu, sudah ada 6 PW dan 64 cabang yang hadir. Pada Februsi tahun ini, pengurus wilayah Lesbumi terlah terbentuk di 8 provinsi, 113 cabang, dan yang mengejutkan 260 MWC atau kepengurusan setingkat kecamatan. Juga sudah terbentuk beberapa ranting (di tingkat desa).
Ia menjelaskan, dengan demikian struktur MWC Lesbumi lebih besar dibanding dengan pengurus cabang, dan wilayah. Ini artinya kekuatan Lesbumi lebih besar berada dari bawah ke atas.
“Belum kita hitung ranting. Di daerah mulai tumbuh. Kediri masih menyiapakan 26 MWC. Daerah lain belum melaporkan. Di Munas nanti insyaallah sampai 300-an MWC,” jelasnya.
Kaderisasi Lesbumi pertama tersebut dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, diikuti pengurus wilayah dan cabang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.
Kontributor: Abdullah Alawi
Editor: Alhaffiz Kurniawan
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua