Nasional

Logo Harlah ke-76 Diluncurkan, Fatayat NU Usung Semangat Global dan Pemberdayaan Perempuan

NU Online  ·  Jumat, 17 April 2026 | 19:00 WIB

Logo Harlah ke-76 Diluncurkan, Fatayat NU Usung Semangat Global dan Pemberdayaan Perempuan

Logo Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU. (Foto: dok Fatayat NU)

Jakarta, NU Online

Fatayat NU resmi memperkenalkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-76 yang sarat makna dan mencerminkan arah gerak organisasi ke depan. Pelaksana Tugas Ketua Umum PP Fatayat NU, Dewi Winarti, menyebut logo tersebut bukan sekadar identitas visual, melainkan representasi visi besar pemberdayaan perempuan yang berdaya, berdampak, dan mendunia.


Dewi menjelaskan, desain angka 76 yang saling bertautan menggambarkan sinergi dan fleksibilitas organisasi dalam merespons perubahan zaman. Menurutnya, Fatayat NU terus bergerak adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ukhuwah dan kebersamaan sebagai fondasi utama.


“Angka 76 yang dinamis ini melambangkan bahwa Fatayat NU mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi tetap menjaga keutuhan dan solidaritas organisasi,” ujar Dewi dalam keterangannya, Jumat (18/4/2026).


Ia menuturkan, pemilihan warna hijau dan oranye dalam logo juga memiliki pesan yang kuat. Warna hijau mencerminkan identitas keislaman yang menyejukkan sekaligus simbol pertumbuhan, sedangkan oranye merepresentasikan energi, kreativitas, dan semangat inovasi kader muda Fatayat NU.


Menurut Dewi, perpaduan kedua warna tersebut menggambarkan keseimbangan antara nilai-nilai tradisi dan semangat pembaruan yang terus dihidupkan dalam gerakan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama.


“Hijau adalah akar kita, sementara oranye adalah energi kita untuk terus bergerak dan berinovasi,” katanya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan kehadiran ikon bola dunia dalam logo menegaskan komitmen Fatayat NU untuk memperluas kiprah hingga ke tingkat global. Hal ini sejalan dengan misi membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan kemanusiaan ke ruang internasional.


Dewi menegaskan, Fatayat NU tidak hanya ingin aktif di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percakapan global terkait isu perempuan, perdamaian, dan kemanusiaan.


“Fatayat NU harus mampu membawa pesan Islam yang damai dan nilai kemanusiaan ke panggung dunia,” tegasnya.


Ia menambahkan, elemen simpul pita melingkar dalam logo menjadi simbol keberlanjutan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dari masa ke masa sejak berdiri pada 1950 hingga saat ini. Simbol tersebut sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendampingi perempuan di berbagai fase kehidupan.


Dalam kesempatan itu, Dewi juga menyoroti tema besar Harlah ke-76, yakni “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, sebagai arah strategis gerakan Fatayat NU ke depan.


“Perempuan Fatayat harus berdaya secara ekonomi, kuat secara intelektual, dan matang secara spiritual. Itu menjadi fondasi untuk dapat memberi dampak nyata,” ujarnya.


Seiring dengan itu, Dewi menekankan pentingnya penguatan struktural organisasi hingga ke akar rumput. Menurutnya, kader penggerak di tingkat bawah menjadi ujung tombak dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Ia menjelaskan, penguatan kaderisasi dan struktur organisasi dilakukan secara berkelanjutan agar Fatayat NU semakin solid dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.


“Penguatan struktur dan kader menjadi kunci agar gerakan Fatayat NU benar-benar hidup di tengah masyarakat, bukan hanya di tingkat pusat,” katanya.


Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa program pemberdayaan terus didorong untuk memberikan dampak nyata, mulai dari isu kesehatan ibu dan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, hingga penguatan literasi digital.


Ia menambahkan, kehadiran Fatayat NU harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kerja-kerja nyata kader di berbagai daerah.


“Fatayat NU tidak boleh hanya hadir sebagai simbol, tetapi harus menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.


Dengan peluncuran logo dan tema Harlah ke-76 ini, Dewi optimistis Fatayat NU akan semakin memperkuat peran strategisnya, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di panggung internasional sebagai bagian dari gerakan perempuan yang membawa nilai perdamaian dan kemanusiaan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang