LP Ma’arif NU Harap Inovasi Pembelajaran Terus Dilakukan oleh Guru
NU Online · Ahad, 14 Mei 2023 | 07:00 WIB
Sekretaris LP Maa'rif NU, Haryanto Oghie saat Monef POP di Pinrang Sulsel, Sabtu (13/5/2023). (Foto: Dok. LP Ma'arif NU)
Kendi Setiawan
Penulis
Jakarta, NU Online
Inovasi dan transformasi pembelajaran diharapkan terus dilakukan oleh para guru di lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan pengadaan pojok literasi yang bertujuan menumbuhkan budaya literasi.
Selain itu pembelajaran yang menyenangkan dapat diterapkan dengan mengapresiasi produk peserta didik yang dipajang (display) di kelas-kelas.
Hal itu disampaikan Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatula Ulama (LP Ma’arif NU), Haryanto Oghie kepada NU Online, Sabtu (13/5/2023).
“Guru juga harus melakukan inovasi pembelajaran misal membuat video pembelajaran yang sesuai dengan era sekarang yakni berbasis digital,” kata Oghie.
Dirinya juga menyebut praktik baik pembelajaran yang sudah divideokan dan diunggah media Youtobe bisa menjadi portofolio guru berprestasi.
Oghie mengatakan poin-poin tersebut juga disampaikan kepada para guru LP Ma’arif saat monitoring dan evaluasi Program Organisasi Penggerak (POP) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 4-7 Mei 2023.
Kegiatan monitoring tersebut kata Oghie sebagai bahan evaluasi program POP untuk perbaikan pada tahun selanjutnya.
Sementara itu, Koordinator Monev Soleh Abwa menambahkan praktik baik tersebut dapat menjadi portofolio peserta pemilihan guru POP berprestasi.
“Diharapkan guru-guru yang sudah mengikuti bintek POP SD ini didesiminasikan kepada guru-guru yang belum mengkuti bintek ini sebagai bukti pengabdian guru Maarif NU pada anak negeri,” imbuhnya.
Dia berharap para siswa LP Ma’arif dengan bimbingan para guru peserta POP menjadi generasi yang cakap, berpengetahuan global, mandiri, berkarakter Islami dan Nusantara.
Program Organisasi Penggerak (POP) Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). POP diadakan sebagai upaya mewujudkan semangat merdeka belajar.
Dalam hal ini pemerintah pusat mempercayakan kepada Ma’arif NU yang berkolaborasi dengan dinas pendidikan menggelar program penguatan literasi, numerasi dan pendidikan karakter bagi para tenaga pendidik.
POP mewujudkan budaya dan semangat kolaborasi Merdeka Belajar antara pemerintah dan ormas secara masif melalui berbagai pelatihan dan pendampingan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas peserta didik.
Tujuan utama dari POP adalah mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas berlandaskan pada tiga pilar pembangunan, meliputi layanan dasar dan perlindungan sosial, produktivitas, dan pembangunan karakter.
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua