LPBI PBNU Ajak Warga Kendalikan Sampah saat Idul Fitri 1447 H
NU Online · Selasa, 17 Maret 2026 | 15:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Anggota Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Anwar Sani, mengimbau pemerintah pusat hingga daerah serta masyarakat untuk mengendalikan sampah selama perayaan Idul Fitri 1447 H.
Ia menjelaskan, momen Lebaran berpotensi meningkatkan volume sampah secara signifikan, terutama dari kemasan makanan, minuman, plastik, dan sisa konsumsi.
“Perayaan Hari Raya menyebabkan peningkatan volume sampah yang sangat signifikan, terutama dari kemasan dan sisa konsumsi,” ujarnya kepada NU Online, Selasa (17/3/2026).
Anwar menilai peran pemerintah sangat krusial dalam memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal, khususnya di titik-titik keramaian.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah di berbagai lokasi publik seperti rest area, masjid, stasiun, bandara, dan terminal.
“Pemerintah perlu mewajibkan pengelolaan sampah yang baik di titik-titik tersebut agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara konsisten, termasuk dalam hal memilah dan memanfaatkan kembali sampah.
“Memang belum semua masyarakat konsisten dalam memilah dan mengelola sampah, sehingga banyak yang belum termanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Idul Fitri dapat menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah, dimulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya.
“Kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan yang baik perlu terus dibangun agar menjadi kebiasaan sehari-hari,” ucapnya.
Sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq selaku Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengendalian sampah pada Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Dalam edaran tersebut, pemerintah daerah diminta untuk memfasilitasi dan mengawasi penanganan sampah, khususnya di jalur arus mudik seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan bandara.
“Gubernur, bupati, dan wali kota diminta memfasilitasi penanganan sampah pada pelaksanaan mudik minim sampah, terutama di jalur arus mudik dan daerah penyangga,” ujar Hanif, Jumat (13/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas penampungan sampah terpilah, mencakup sisa makanan, kemasan plastik, masker, serta sampah residu di area publik dan rest area.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa perlengkapan pribadi seperti tempat makan, botol minum, dan sajadah, termasuk saat pelaksanaan shalat Idul Fitri.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Kultum Ramadhan: Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam
6
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
Terkini
Lihat Semua