LPBI PBNU Imbau Warga Waspadai Karhutla dan Kekeringan, Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
NU Online · Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00 WIB
Wakil Ketua LPBI PBNU Affan Asirozi diwawancarai NU Online di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (27/7/2026). (NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU) mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Wakil Ketua LPBI PBNU Affan Asirozi menyampaikan bahwa ancaman tersebut perlu diantisipasi sejak dini karena dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor kehidupan.
“Kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan atau kewaspadaan untuk menghadapi bencana kekeringan, kekebakaran hutan dan lahan karena fenomena El Nino," ujarnya saat ditemui NU Online di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Affan mengatakan bencana kekeringan ini dapat diprediksi melalui prakiraan meteorologi. Karena itu, pemerintah bersama lembaga kemasyarakatan semestinya melakukan langkah antisipasi lebih awal, termasuk menyiapkan solusi ketika masyarakat menghadapi krisis air.
Ia menegaskan bahwa dampak kekeringan tidak berhenti pada berkurangnya pasokan air bersih. Kondisi tersebut juga mengancam sektor pertanian melalui gagal panen, memicu kematian ternak akibat kekurangan pakan, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
“Menangani bencana tersebut, tentunya perlu kolaborasi pemerintah, stakeholder, dan antar lembaga dan banom (Badan otonom) NU, terutama dalam kebutuhan air bersih,” katanya.
Affan juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan mulai menunjukkan kemunculan titik api yang berpotensi memicu karhutla. “Kemarin saya ke Kalimantan, terlihat ada beberapa posko penanganan titik-titik api di sekitar hutan dan lahan gambut,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa LPBINU tengah menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada penanganan darurat. Sementara itu, upaya mitigasi dilakukan melalui pembangunan embung, sistem penampungan air hujan, serta rehabilitasi dan konservasi lahan guna menjaga ketersediaan sumber mata air.
“LPBINU di tingkat daerah sangat intens berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk menghadapi bencana di musim kemarau ini,” ucapnya.
Affan juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, melakukan revitalisasi lahan agar mampu menyimpan cadangan air, serta memanfaatkan kearifan lokal, seperti membangun penampung air hujan di daerah yang memiliki daya resap tanah rendah.
Ia turut mendorong pemerintah memperbanyak pembangunan bendung dan embung agar aliran sungai tetap mampu menopang kebutuhan air masyarakat dan lahan pertanian saat musim kemarau berlangsung.
Terpopuler
1
PBNU Siapkan Peluncuran Sa'adatuna, Ekosistem Digital Penghubung Warga NU hingga Akar Rumput
2
Innalillahi, Putra Bungsu KH Wahab Chasbullah Wafat
3
Meski Diancam AS, Anwar Ibrahim Tetap Larang Warga Israel Masuk Malaysia
4
Khutbah Jumat: 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim
5
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah Mengendalikan Amarah
6
PCINU Hongkong dan Taiwan Desak Muktamar Ke-35 NU Bahas Regulasi Kelembagaan Cabang Istimewa
Terkini
Lihat Semua