Nasional

LPBINU Peringati Harlah Ke-16, Soroti 40 Persen Masalah Lingkungan Hidup Berasal dari Sampah

NU Online  ·  Rabu, 29 April 2026 | 13:30 WIB

LPBINU Peringati Harlah Ke-16, Soroti 40 Persen Masalah Lingkungan Hidup Berasal dari Sampah

Harlah ke-16 LPBINU dan launching modul pengelolaan sampah berbasis keluarga di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). (Foto: NU Online/Ilham)

Jakarta, NU Online

Dalam peringatan Harlah ke-16 Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026), isu pengelolaan sampah menjadi sorotan utama. Kegiatan ini mengusung tema Jaga Lingkungan, Jaga Energi yang menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya plastik.


Pengurus LPBINU, Anwar Sjani, menyampaikan bahwa persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat.


Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid, menilai persoalan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Ia menyebut sekitar 40 persen masalah lingkungan hidup berasal dari sampah, dengan setengahnya merupakan sisa makanan rumah tangga.


“LPBINU memegang peran penting dan sangat dibutuhkan, baik oleh Nahdliyin, NU, bangsa Indonesia, maupun dalam kontribusi global,” ujarnya.


Alissa menekankan bahwa solusi persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat. Ia mendorong penerapan konsep zero waste di tingkat keluarga, termasuk dengan memaksimalkan pemanfaatan limbah rumah tangga.


Menurutnya, LPBINU memiliki peran strategis dalam edukasi berbasis keluarga, termasuk melalui peluncuran modul pengelolaan sampah.


“Pendekatan zero waste family sangat baik. Saya menyambut peluncuran modul ini karena tidak hanya menekankan keterampilan, tetapi juga perubahan paradigma,” katanya.


Ia berharap, modul tersebut dapat membangun kebiasaan baru di lingkungan keluarga dan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan.


Alissa juga mengaitkan upaya menjaga lingkungan dengan nilai-nilai keislaman, seperti maqashid syariah, termasuk menjaga keamanan dan perdamaian (hifz al-amn wa al-salam) serta menjaga agama (hifz ad-din), yang dimulai dari keluarga.


Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga harmoni kehidupan, sebagaimana konsep Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.


“Saat ini kita menerima konsekuensi dari pilihan yang kurang memperhatikan lingkungan. Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua,” ujarnya.


Alissa juga mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah keagamaan untuk mewujudkan rahmatan lil 'alamin.


“Artinya, kita diminta menjadi penjaga dan perawat alam semesta. Sudahkah kita menjalankannya dengan baik?” tuturnya.


Sejalan dengan itu, Kasubdit Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang Sidik Sholihah, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.


“Ada satu kunci yang sering dilupakan, yaitu perubahan pola pikir dan perilaku. Teknologi hanya mampu menyelesaikan sekitar 40 persen masalah sampah, sementara 60 persen bergantung pada masyarakat,” ujarnya.


Ia menyebut, volume sampah di Indonesia mencapai sekitar 142 ribu ton per hari. Di Jakarta, jumlahnya berkisar 7-8 ribu ton per hari atau sekitar 52 juta ton per tahun. Namun, baru sekitar 26 persen yang terkelola dengan baik.


Menurutnya, sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga, dengan komposisi didominasi sisa makanan (40 persen), plastik (20 persen), dan kertas (15 persen).


“Mari kelola sampah dengan bijak, seperti mengolah limbah organik menjadi kompos, memilah plastik untuk didaur ulang, dan memanfaatkan kertas,” katanya.


Ujang menambahkan, diperlukan dukungan teknologi, edukasi, dan kampanye berkelanjutan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Indonesia.

 

Kontributor: Nisfatul Laila

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang