Jakarta, NU Online
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) melakukan koordinasi dengan lembaga keuangan di lingkungan NU yang meliputi Baitul Mal wa Tamwil (BMT), Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dari berbagai propinsi di Indonesia di Jakarta, 30 Mei-1 Juni.
<>
Ketua LPNU H Mustolihin Madjid mengatakan, koordinasi tersebut merupakan upaya untuk memperkuat kinerja lembaga keuangan tersebut dalam mendukung perekonomian masyarakat.
Ia menegaskan, beberapa BMT berhasil meningkatkan aset dan nasabahnya, seperti BMT Gapura di Madura yang asetnya kini mencapai 30 milyar dengan nasabah mencapai 55 ribu orang. Hal yang sama dialami oleh BMT NU Sejahtera (NUS) Semarang yang asetnya beberapa waktu lalu sekitar 100 milyar, kini meningkat menjadi 160 milyar. Selain sejumlah BMT yang telah eksis, ia menerangkan, LPNU telah mendorong berdirinya BMT baru yang terbukti sukses beroperasi.
Untuk memperluas pembiayaan, pihaknya telah menggandeng sejumlah institusi keuangan besar yang bersedia membantu pendanaan lembaga-lembaga keuangan tersebut, sesuai dengan kebutuhan pembiayaan nasabah, mulai dari 500 ribu sampai dengan 20 juta keatas.
Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali sangat mendukung upaya yang dilakukan LPNU, yang merupakan bagian dari program kemandirian NU.
“Program ini merupakan bagian dari upaya kemandirian NU yang pada 2026,” paparnya.
Ia merujuk pada pasal 33 UUD 1945 sebagai upaya untuk penguatan perekonomian nasional, yang harus dilakukan secara bersama-sama antara berbagai pihak. “Pemerintah tak bisa sendiri, pengusaha juga tidak bisa sendiri,” tandasnya.
Koperasi, katanya, sebagai salah satu sokoguru ekonomi Indonesia belum bisa sepenuhnya disebut sebagai usaha yang sebenarnya karena tingkat keuntungan yang diberikan kepada anggota rata-rata belum memadai, sebagaimana di negara-negara yang sudah matang seperti Finlandia atau Swedia. Ia berharap program ini bisa dilakukan secara serius sehingga memperoleh hasil yang maksimal. (mukafi niam)
Ilustrasi: Kantor BMT NU Sejahtera Semarang
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua